Allah Menjadikan yang Kecil dan Sederhana Berarti Bagi Orang Banyak
Redaksi - Senin, 27 Juli 2026 07:40
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Pesan Inspiratif
Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Manusia punya kemampuan terbatas. Ia hanya bisa melakukan hal yang biasa-biasa saja. Manusia hanya dapat memanfaatkan ciptaan Allah untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi diri dan sesama.
Sedangkan, Allah itu mahakuasa, maha kasih dan maharahim. Allah dapat menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada, dan dari yang biasa-biasa menjadi luar biasa. Allah melakukan mukjizat.
Dalam perikop Injil Mat 13: 31-35 Yesus mengajarkan tentang Kerajaan Allah dengan dua perumpamaan.
Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi. Biji sesawi adalah benih sayuran yang paling kecil, tetapi ketika ditanam akan menjadi pohon besar dan dahannya bisa menjadi tempat burung - burung bersarang.
Sedangkan ragi kendatipun sedikit jika dicampurkan dengan terigu, kendatipun dalam jumlah besar, akan mengubah seluruhnya menjadi adonan.
Kedua perumpamaan ini mau melukiskan tentang betapa luar biasa kuasa Allah untuk menampakkan kasih dan kebaikanNya bagi dunia dan manusia.
Melalui peristiwa-peristiwa kecil dan sederhana Allah selalu menunjukkan pemenuhan janjiNya sebagai Imanuel, Allah yang tidak pernah meninggalkan manusia, Allah maha kasih dan penuh belaskasihan.
Allah tidak pernah meninggalkan kita ketika sakit, alami kedukaan, hadapi masalah yang rumit, merasa kesepian dan sendirian, asalkan kita membuka diri bagiNya dan sesama.
Allah juga bisa melakukan mukjizat yang menggerakkan orang lain untuk menolong sesama yang sungguh membutuhkan: orang-orang miskin, korban bencana alam, kaum difabel dan keterbatasan lainnya.
Sebagai pengikut Yesus, pertama-tama kita membuka diri untuk mengalami kasih dan kebaikan Allah dalam segala keadaan dan peristiwa hidup.
Kita pun hendaknya bersedia menjadi alat perpanjangan kasih, kebaikan dan belaskasihan Allah. Kita tidak perlu rencanakan dan lakukan hal-hal besar untuk menolong orang yang sungguh membutuhkan.
Semua hal kecil yang kita yang lakukan dengan tulus: kehadiran, kata-kata dukungan, bantuan moril maupun material akan sangat menolong meringankan beban hidup sesama.
Kita laksana biji sesawi dan ragi di tangan Tuhan untuk membawa ketenangan dan kedamaian bagi mereka yang hidup dalam perselisihan dan konflik. Memberikan penghiburan bagi mereka yang berduka, serta menjadi teman bagi mereka sakit dan kesepian.
Kita juga dapat meringankan beban hidup orang lain dengan apa yang kita miliki, kendatipun kecil dan tak berarti.
Semoga Allah menjadikan kita berkat bagi orang lain di mana saja, khususnya mereka yang ada di sekitar kita.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 27 Juli 2026. ***

