Antisipasi Imbas Konflik Iran Pemerintah Pertimbangkan WFH bagi ASN
redaksi - Senin, 16 Maret 2026 22:22
Prabowo pertimbangkan WFH bagi ASN (sumber: Instgram)JAKARTA (Floresku.com )– Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan berbagai skenario penghematan anggaran guna menjaga stabilitas fiskal nasional jika konflik global tersebut berdampak pada ekonomi dunia.
Salah satu opsi yang dibahas adalah penerapan sistem work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini dinilai dapat mengurangi mobilitas harian pegawai sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pengurangan hari kerja serta efisiensi berbagai kegiatan pemerintahan yang memerlukan anggaran besar.
Langkah-langkah tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi untuk menjaga agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak semakin melebar apabila konflik global memicu lonjakan harga energi dan tekanan ekonomi internasional.
Sejumlah pengamat menilai bahwa kebijakan WFH bagi ASN merupakan salah satu cara tercepat untuk melakukan penghematan fiskal tanpa harus melakukan revisi APBN. Dengan mengurangi mobilitas pegawai pemerintah, konsumsi BBM dapat ditekan dalam jangka pendek.
Baca juga:
- Hari Hutan Sedunia: Hutan sebagai Potensi Wisata Alam Indonesia
- Menpar Dukung A-STREAM 2026, Perkuat Sport Tourism Indonesia
- DISARPUS Sikka dan Forum TBM Perkuat Gerakan Literasi Masyarakat
Namun, kebijakan ini juga diperkirakan memiliki dampak pada sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada mobilitas harian masyarakat dan layanan pemerintahan, seperti transportasi, perdagangan kecil di sekitar kantor pemerintahan, serta sektor jasa lainnya.
Karena itu, pelaku usaha di sektor-sektor tersebut disarankan untuk mulai menyiapkan skenario penyesuaian jika kebijakan penghematan tersebut benar-benar diterapkan.
Hingga saat ini pemerintah masih memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan final mengenai kebijakan penghematan tersebut. Pemerintah juga menegaskan bahwa berbagai langkah yang dipertimbangkan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. (Sandra)

