Hari Hutan Sedunia: Hutan sebagai Potensi Wisata Alam Indonesia
redaksi - Senin, 16 Maret 2026 13:45
Keindahan huta di Raja Ampat, Papua Selatan (sumber: Istimewa)JAKARTA (Floresku.com) – Setiap tanggal 21 Maret, dunia memperingati Hari Hutan Sedunia sebagai momentum meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya hutan bagi kehidupan manusia dan kelestarian bumi.
Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2012 sebagai ajakan bersama untuk melindungi hutan dari kerusakan dan deforestasi.
Hutan memiliki peran vital bagi keseimbangan ekosistem. Selain dikenal sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen, hutan juga berfungsi menyerap karbon, menjaga siklus air, serta menjadi rumah bagi jutaan spesies flora dan fauna.
Dalam konteks perubahan iklim global, keberadaan hutan menjadi salah satu benteng alami yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan di bumi.
Baca juga:
- Menpar Dukung A-STREAM 2026, Perkuat Sport Tourism Indonesia
- DISARPUS Sikka dan Forum TBM Perkuat Gerakan Literasi Masyarakat
- 'Dalam Yesus Tetap Ada Kehidupan'
Indonesia termasuk negara yang memiliki kawasan hutan tropis terbesar di dunia. Data Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan bahwa luas kawasan hutan Indonesia mencapai sekitar 95,5 juta hektare atau setara dengan 51,1 persen dari total daratan nasional.
Kekayaan hutan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi aset penting dalam sektor pariwisata alam.
Berbagai kawasan hutan di Indonesia telah ditetapkan sebagai taman nasional dan destinasi wisata berbasis konservasi. Di antaranya adalah Taman Nasional Tanjung Puting yang terkenal sebagai habitat orangutan, Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi rumah terakhir badak Jawa bercula satu, serta Taman Nasional Gunung Leuser yang menyimpan kekayaan hutan hujan tropis dan satwa langka.
Selain itu, ada pula Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal dengan hutan purba dan lanskap alamnya yang eksotis. Di kawasan perkotaan, masyarakat juga dapat menikmati ruang hijau seperti Hutan Kota Srengseng yang menjadi paru-paru kota sekaligus ruang rekreasi alami bagi warga.
Di Jawa Barat, kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda juga menjadi contoh pengelolaan hutan konservasi yang memadukan wisata alam, edukasi lingkungan, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui momentum Hari Hutan Sedunia, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian hutan. Pengembangan konsep ekowisata juga menjadi salah satu cara untuk memadukan kegiatan wisata dengan upaya konservasi alam, sehingga keindahan dan manfaat hutan dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. (Leoni). ***

