Apa yang Perlu Anda Ketahui tentang Venezuela?
redaksi - Selasa, 06 Januari 2026 20:52
Caracas, ibukota Venezuela (sumber: Reallatino Tours)JAKARTA (Floresku.com) - Semenjak serangan Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang mendominasi pemberitaan internasional hari-hari ini, negara Amerika Latin tersebut kembali menjadi sorotan dunia.
Berikut adalah gambaran lengkap mengenai Venezuela—mulai dari kondisi geografis, politik, hingga krisis kemanusiaan yang melilit negara itu.
Fakta-Fakta Utama
Venezuela terletak di ujung utara Amerika Selatan. Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 920.000 kilometer persegi, lebih besar dibandingkan gabungan wilayah Prancis dan Jerman, dan menjadikannya negara ke-32 terbesar di dunia.
Menurut Worldometer, jumlah penduduk Venezuela mencapai 28,6 juta jiwa per Januari 2026.
Di sebelah utara, Venezuela berbatasan dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Guyana berada di sebelah timur, Brasil di selatan, serta Kolombia di barat dan barat daya. Caracas merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar, diikuti oleh Maracaibo dan Valencia sebagai kota besar lainnya.
Baca juga:
Dari sisi ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Venezuela tercatat sebesar €70,38 miliar pada 2025, menurut Dana Moneter Internasional (IMF). Angka ini menempatkan Venezuela sebagai salah satu ekonomi terkecil di Amerika Latin, ironisnya di tengah kekayaan sumber daya alam yang sangat besar.
Sekitar 90 persen penduduk Venezuela beragama Kristen, mayoritas beraliran Katolik.
Venezuela meraih kemerdekaan dari Spanyol pada tahun 1811. Bahasa resmi negara ini adalah Bahasa Spanyol, meskipun sejumlah bahasa masyarakat adat masih digunakan di berbagai wilayah.
Siapa yang Berkuasa?
Nicolás Maduro telah memimpin Venezuela sejak tahun 2013, setelah wafatnya Presiden Hugo Chávez.
Maduro dilantik untuk masa jabatan ketiganya pada Januari tahun lalu, meskipun pelantikannya diwarnai gelombang protes dan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kandidat oposisi sebenarnya memenangkan pemilu.
Pemerintahannya mendapat kecaman luas dari komunitas internasional. Banyak negara menuding rezim Maduro bersifat otoriter, melakukan kecurangan pemilu, serta terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.
Meski demikian, Maduro masih memegang kendali atas militer dan lembaga-lembaga negara. Namun, legitimasi kepemimpinannya telah lama diperdebatkan oleh kelompok oposisi dalam negeri maupun sejumlah pemerintah asing.
Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Venezuela menyimpulkan bahwa pemerintah Venezuela terus melakukan “represi keras terhadap individu yang dianggap sebagai lawan politik atau mereka yang menyuarakan kritik dan perbedaan pendapat.”
Laporan tersebut bahkan menyebut praktik itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mengapa Venezuela Mengalami Krisis?
Venezuela saat ini menghadapi salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia. Hampir 7,9 juta warga Venezuela telah meninggalkan negaranya, menurut Badan Pengungsi PBB. Ini merupakan krisis pengungsian terbesar yang pernah terjadi di kawasan Amerika Latin.
Negara tersebut mengalami kehancuran ekonomi berkepanjangan, meningkatnya kekerasan, perang antargeng kriminal, serta lonjakan angka kejahatan. Hiperinflasi telah menghancurkan daya beli masyarakat dan menurunkan standar hidup secara drastis. Kekurangan pangan, obat-obatan, dan layanan dasar telah berdampak pada jutaan warga.
Mengapa Venezuela Penting Secara Internasional?
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, menjadikannya negara yang sangat strategis secara geopolitik dan ekonomi global.
Namun, produksi minyak Venezuela merosot tajam dalam satu dekade terakhir akibat kombinasi salah kelola kronis, minimnya investasi, korupsi, serta sanksi internasional.
Pendapatan negara Venezuela sangat bergantung pada sektor minyak. Pada tahun 2024, sekitar 58 persen pendapatan negara berasal dari ekspor minyak dan pajak yang dibayarkan oleh PDVSA, perusahaan minyak milik negara, menurut laporan Al Jazeera.
Gejolak ekonomi berkepanjangan menyebabkan perekonomian Venezuela menyusut drastis. Dalam kurun waktu 2014 hingga 2024, PDB Venezuela tercatat menurun lebih dari 70 persen, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera—sebuah kemerosotan yang mencerminkan skala krisis struktural yang dihadapi negara tersebut. (Sandra). ***

