AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro
redaksi - Sabtu, 03 Januari 2026 20:37
Presiden Venezuaela Maduro dan istrinya (sumber: pbs.org)WASHINGTON/CARACAS (Floresku.com)— Amerika Serikat melancarkan serangan militer berskala besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, demikian diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (waktu setempat). Operasi ini menjadi eskalasi paling serius dalam hubungan kedua negara selama beberapa dekade terakhir.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi tersebut dilakukan oleh militer AS bekerja sama dengan aparat penegak hukum federal. Serangan dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas militer dan strategis Venezuela. Warga Caracas melaporkan suara ledakan dan aktivitas pesawat militer di wilayah udara ibu kota dan sekitarnya.
Jaksa Agung AS Pam Bondi mengonfirmasi bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Federal Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan, termasuk perdagangan narkoba, konspirasi penyelundupan kokain, dan kepemilikan senjata ilegal. Bondi menegaskan bahwa keduanya akan “menghadapi seluruh kekuatan hukum Amerika Serikat di pengadilan Amerika, di tanah Amerika.”
Baca juga:
- Bacaan Liturgis, Minggu, 4 Januari, Pesta Penampakan Tuhan
- MENJADI SAKSI KRISTUS, SANG TERANG, YANG TELAH DATANG
- Destinasi Ekowisata di Flores dan Pulau-Pulau Sekitarnya
Sementara itu, seorang senator Partai Republik menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperkirakan tidak akan ada tindakan militer lanjutan terhadap Venezuela. Menurut Rubio, tujuan utama operasi telah tercapai dengan ditahannya Maduro oleh otoritas AS.
Pemerintah Venezuela merespons keras dengan menetapkan status darurat nasional. Dalam pernyataan resmi, Caracas mengecam tindakan AS sebagai “agresi militer yang sangat serius” dan pelanggaran berat terhadap kedaulatan serta hukum internasional. Pemerintah juga menyerukan mobilisasi nasional dan meminta komunitas internasional mengutuk tindakan tersebut.
Penangkapan langsung seorang kepala negara asing oleh Amerika Serikat ini memicu keprihatinan global dan diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap stabilitas kawasan Amerika Latin, hukum internasional, serta hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain. (Sandra/ Sumber: video BBC.Com).

