Biografi Paus Leo XIV Ungkap Sosok di Balik Takhta Suci
Redaksi - Sabtu, 11 April 2026 08:28
Buku Biografi Paus Leo XIV akan terbit 28 April ini. (sumber: Crux Now)SEBUAH buku biografi terbaru tentang Paus Leo XIV menghadirkan potret mendalam tentang sosok pemimpin Gereja Katolik yang terpilih secara mengejutkan pada 2025. Buku berjudul Pope Leo XIV: The Biography ini ditulis oleh Elise Ann Allen, koresponden Roma dari Crux.
Pemilihan Paus Leo XIV pada 8 Mei 2025 menjadi perhatian dunia, ketika asap putih mengepul dari Kapel Sistina dan menandai terpilihnya Paus baru. Sosok yang muncul dari balkon Basilika Santo Petrus adalah Robert Prevost—figur yang sebelumnya tidak banyak diprediksi, bahkan disebut sebagai “kuda hitam” oleh media internasional.
Dalam buku ini, Allen mengulas secara rinci perjalanan hidup Paus Leo XIV, mulai dari masa kecilnya di Chicago, panggilan imamat dalam Ordo Agustinian, hingga pengalamannya sebagai misionaris di Peru. Perjalanan itu kemudian membawanya ke Vatikan, di mana ia memainkan peran penting dalam urusan para uskup sebelum akhirnya terpilih menjadi Paus.
Baca juga:
- Penampakan Diri Yesus Sebagai Ungkapan Kasih (Mrk 16:9-15)
- UMKM dan Hotel Dipertemukan, Buka Peluang Pasar Baru
- RUPST BRI Setujui Dividen Rp52,1 Triliun dan Agenda Lainnya
Biografi ini juga memuat wawancara publik pertama Paus Leo XIV setelah terpilih, serta kisah-kisah reflektif dari orang-orang yang mengenalnya secara pribadi.
Pembaca diajak melihat sisi lain dari seorang pemimpin Gereja yang dikenal memiliki integritas kuat, kehangatan pastoral, serta visi global sebagai warga ganda Amerika Serikat dan Peru.
Dengan ketebalan 336 halaman, buku ini dijadwalkan terbit pada 28 April 2026 dengan harga 28 dolar AS.
Buku tersebut sudah dapat dipesan melalui berbagai platform seperti Amazon dan Barnes & Noble.
Kehadiran biografi ini menjadi bacaan penting bagi umat Katolik dan publik luas yang ingin memahami lebih dekat arah kepemimpinan Paus Leo XIV—mulai dari prioritas pastoral hingga visinya tentang masa depan Gereja di tengah tantangan global. (Sandra). ***

