BPOLBF Asah Kompetensi Pemandu Snorkeling P di Labuan Bajo
Redaksi - Kamis, 24 September 2026 09:24
Sejumlah pemandu snorkeling berfoto bersama setelah pelatihan. (sumber: BPOLBF)Perkembangan pariwisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya ditentukan oleh kemudahan wisatawan dalam menemukan dan memesan perjalanan melalui platform digital.
Di tengah kemajuan teknologi tersebut, interaksi langsung antara wisatawan dan pelaku pariwisata tetap menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan.
Hal itu menjadi perhatian Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata, khususnya pemandu snorkeling.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, mengatakan seorang pemandu snorkeling tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis untuk mendampingi wisatawan di laut.
Baca juga:
- Pesan Inspiratif: Dalam Tuhan Hidup Kita Punya Kepastian
- Bacaan Liturgis, Kamis, 24 Setepmbet 2026
- Garmin Run 2026: Kolaborasi Bank Saqu & Garmin Indonesia
Menurut dia, pemandu juga harus memiliki kemampuan memberikan pelayanan, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Pemandu wisata merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan. Karena itu, kompetensi tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Andhy.
Ia menilai keberadaan pemandu yang kompeten menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo. Pemandu berada di garis depan dalam mendampingi wisatawan, sehingga kemampuan membaca situasi dan memastikan keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan wisata.
Menurut Andhy, perkembangan platform digital memang memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mencari informasi destinasi, memilih paket perjalanan hingga melakukan pemesanan. Namun, kualitas pengalaman wisatawan ketika tiba di destinasi tetap sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi dengan para pelaku pariwisata.
Karena itu, peningkatan kapasitas pemandu snorkeling dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menjaga aspek keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo.
Untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut, BPOLBF menggelar Pelatihan Guide Snorkeling di Labuan Bajo. Kegiatan ini menghadirkan Founder dan Managing Director Global Dive Center Indonesia, John E. Sidjabat, serta Ketua Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM), Marselinus Betong, sebagai narasumber.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengetahuan dan keterampilan para pemandu sehingga mampu memberikan pendampingan yang profesional, memahami karakteristik wisatawan, serta merespons berbagai kemungkinan risiko selama kegiatan snorkeling.
Upaya peningkatan kompetensi ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pengalaman wisatawan dan keberlanjutan pariwisata bahari Labuan Bajo. (Tari)

