Dee Lestari Ajak Kaum Muda NTT Cintai Literasi di World Book Day 2026 Kupang
Redaksi - Senin, 25 Mei 2026 10:47
Dee Lestari tampil memukau dalam kegiatan World Book Day 2026 yang berlangsung di Lippo Mall Kupang, Sabtu, 23 Mei 2026. (sumber: Istimewa)KUPANG (Floresku.com) – Penulis ternama Indonesia, Dee Lestari tampil memukau dalam kegiatan World Book Day 2026 yang berlangsung di Lippo Mall Kupang, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut menghadirkan Dee Lestari sebagai pembicara utama dalam talk show literasi yang dihadiri pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.
Dalam kesempatan itu, Dee Lestari mengajak generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk membangun budaya membaca dan menulis sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengembangan diri.
Menurutnya, literasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Upayakan dalam sehari kita bisa membaca buku apa saja selama 30 menit dan menulis selama 30 menit. Dengan begitu kita sedang melatih diri menjadi pribadi yang literat dan terpelajar,” ujar Dee Lestari di hadapan peserta talk show.
Baca juga:
- Maria, Ibu Semua Murid Kristus
- Bacaan Liturgis, Senin, 25 Mei 2026
- Cuaca Buruk, KSOP Hentikan Wisata Laut di Labuan Bajo
Suasana diskusi berlangsung hangat ketika Dee Lestari juga membagikan pengalaman kreatifnya dalam menulis berbagai karya sastra yang telah dikenal luas di Indonesia.
Salah satu karya yang turut dibahas adalah buku Selaras, yang ditulis bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.
Dalam buku tersebut, Dee Lestari dan Reza Gunawan menyampaikan refleksi kehidupan yang mengarah pada kedamaian batin dan keselarasan hidup.
Keduanya memadukan pengalaman pribadi, panduan praktis, serta kisah kehidupan untuk mengajak pembaca menyelami keheningan dan mengurai berbagai kegelisahan hidup modern.
Buku Selaras juga menggambarkan perjalanan spiritual dan emosional pasangan tersebut dalam memahami makna hidup secara lebih mendalam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gerry Gobang yang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan World Book Day 2026 di Kupang.
Menurut Gerry Gobang, kehadiran Dee Lestari memberikan inspirasi penting bagi perkembangan budaya literasi di NTT, khususnya di kalangan generasi muda.
Ia menilai kekuatan tulisan Dee Lestari terletak pada kemampuannya mengolah karya fiksi dengan refleksi filosofis yang mendalam serta mampu menjelajahi dimensi teologis, sosiologis, antropologis, hingga persoalan budaya modern dan futuristik.
“Dee Lestari memiliki kekuatan narasi yang mengalir bebas dan sangat reflektif. Kata-katanya seperti mengajak pembaca memahami kehidupan dengan cara yang lebih jernih dan manusiawi,” ujar Gerry Gobang.
Menurutnya, salah satu pesan penting yang selalu muncul dalam karya-karya Dee Lestari adalah pandangan bahwa hidup bersifat cair dan manusia perlu belajar mengalir bersama dinamika kehidupan.
Kegiatan World Book Day 2026 di Kupang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme besar dari peserta. Acara ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya membaca dan menulis di Nusa Tenggara Timur, terutama di tengah tantangan era digital yang semakin cepat dan kompetitif.
“Selamat merayakan Hari Buku Sedunia 2026. Literasi adalah jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutup Gerry Gobang. (Silvia). ***

