Cuaca Buruk, KSOP Hentikan Wisata Laut di Labuan Bajo

Redaksi - Minggu, 24 Mei 2026 08:37
Cuaca Buruk, KSOP Hentikan Wisata Laut di Labuan BajoPanorama pantai Labuan Bajo (sumber: Instagam)

LABUAN BAJO (Floresku.com)  – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo resmi menghentikan sementara aktivitas wisata bahari di sejumlah perairan sekitar Labuan Bajo akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 2,1 meter.

Larangan tersebut tertuang dalam Maklumat Pelayaran Nomor 05/MP-V/2026 tertanggal 23 Mei 2026, menyusul prakiraan cuaca maritim dari BMKG Stamar Tenau untuk periode 23–26 Mei 2026.

Dalam peringatan itu, wilayah perairan selatan Labuan Bajo dan bagian selatan Selat Sape dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Karena itu, seluruh kapal wisata maupun kapal niaga diminta tidak melakukan aktivitas wisata selama masa peringatan berlangsung.

Baca juga:

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil demi melindungi keselamatan penumpang dan awak kapal.

“Kami mengimbau seluruh nakhoda kapal agar terus memantau perkembangan cuaca secara berkala dan mengambil langkah antisipasi jika kondisi memburuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Selain menghentikan sementara wisata laut, KSOP juga mewajibkan seluruh operator kapal melakukan pengarahan keselamatan atau safety briefing sebelum keberangkatan, melarang pelayaran malam hari, dan meminta kapal menghindari daerah rawan cuaca ekstrem.

KSOP juga meminta seluruh kapal di laut tetap saling berkomunikasi untuk menyampaikan informasi apabila menemukan potensi bahaya di perairan.

Jika cuaca semakin memburuk, kapal diminta segera mencari tempat berlindung yang aman dan berkoordinasi dengan pihak KSOP maupun Basarnas.

Petugas syahbandar di lapangan bahkan diberikan kewenangan penuh untuk menunda atau membatalkan izin berlayar sewaktu-waktu apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

Peringatan cuaca ekstrem ini berlaku hingga empat hari ke depan dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan informasi meteorologi terbaru. (Tari). ***

RELATED NEWS