Dilantik Jadi Direktur RSU St Rafael Cancar, Berikut Lima Fokus Perhatian Dokter Ronald Susilo

redaksi - Minggu, 29 Mei 2022 10:48
Dilantik Jadi Direktur RSU St Rafael Cancar, Berikut Lima Fokus Perhatian Dokter Ronald SusiloDokter Ronald Susilo (duduk, tengah) berpose bersama anggota keluarganya (berdiri) dan Suster Maria Yohana SSpS , Provinsial SSpS Flores Barat (duduk, kiri) serta Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Pr (duduk, kanan). (sumber: Jivansi)

RUTENG (Floresku.com) - Dokter Ronald Susilo secara resmi dilantik menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) St. Rafael Cancar, Manggarai-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 28 Mei 2022.

Acara pengukuhan Dokter Susilo sebagai direktur RSU St Rafael Cancar ditandai dengan perayaan ekaristi sebagai ungkapan syukur dan terima kasih.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Pr dengan didampingi Pastor Paroki Cancar, Romo Patris Bolar, Pr.

Hadir dalam perayaan ekaristi, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, aparat Kepolisian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Camat Ruteng, para Kepala  Puskesmas dan sejumlah mantan Kepala Puskesmas serta semua petugas kesehatan di RSU  St Rafael Cancar dan para suster dari komunitas biara SSpS, Ruteng.

Ketua Panitia Acara Pelantikan, Donatus Ladus dalam sambutannya menyampaikan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan seorang dokter yang dikenal profesional dan ahli di bidangnya untuk mengelola RSU St Rafael Cancar ke arah yang lebih baik dan maju.

"Harapan saya dan harapan kita semua bahwa dengan adanya direktur yang baru, dengan kemampuan dan keahliannya yang dimilikinya, kualitas pelayanan pasien di rumah sakit ini semakin ditingkatkan ke arah yang lebih baik dan maju, baik pada masa kini maupun pada masa mendatang," ungkapnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Donatus mengajak para petugas kesehatan dan para suster yang ada di  RSU St. Rafael Cancar untuk bahu-membahu dan bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kemajuan rumah sakit menuju puncak kejayaan sesuai dengan visi dan misi yang ada.

"Rumah Sakit Umum St Rafael Cancar merupakan rumah sakit legendaris dan ter-update. Rumah Sakit Umum Cancar merupakan Rumah Sakit pilihan masyarakat Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat, dan bahkan Kabupaten Ngada. Dengan adanya direktur baru dan dengan berjejaring bersama pemerintah dan swasta lainnya, kita optimistis bahwa rumah sakit ini akan maju dan sukses serta mampu berkompetisi dengan rumah sakit lainnya," ungkap Donatus.

Dokter Ronald (dudukk, tengah) bersama para suster dari komunitas biara SSpS dan Romo Patris (duduk, kiri). (Foto: Jivansi).

Melayani dengan kasih

Sementara itu, Romo Vikjen Alfons Segar Pr dalam sambutan menyampaikan harapannya agar apa pun yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum St Rafael Cancar, senantiasa bisa dilakukan dalam semangat kasih. 

Lebih dari itu, dirinya juga berharap agar semuanya berjalan dengan lancar, aman dan sukses serta semakin hidup dan berkembang, baik itu sarana dan prasana maupin juga pelayanan yang semakin berkualitas atas dasar kasih dan managejemen rumah sakit semakin berkembang. 

Dalam rangka mewujudkan harapan tersebut, lanjutnya, maka salah satu hal yang penting yaitu kesatuan visi dan misi, baik dari pemilik rumah sakit ini maupun seluruh jajaran.

"Kesatuan visi dan misi sangatlah penting supaya semuanya berada pada satu tujuan, yaitu pengembangan dan peningkatan rumah sakit, baik dari segi pelayanan maupun fasilitasnya," cetusnya.

Perlu kolaborasi

Dalam sambutannya, Provinsial SSpS Flores Barat, Suster Maria Yohana SSpS  mengatakan bahwa  mengelola rumah sakit dapat diibaratkan  dengan menenun kain Songke.

“Falsafah orang Manggarai tentang tenunan Songke yaitu 'merajut kehidupan yang dilandasi ketekunan, ketelitian dan keterbukaan memadukan keberagaman' . Hal yang sama berlaku juga dalam menjalani rumah sakit.  Di rumah sakit semua pihak, mulai dari pimpinan rumah sakit, para perawat dan karyawan lainnya  bahu membahu ‘merajut dan merangkai’  semangat dan karya pelayanan terhadap pasien untuk proses penyembuhan atau pemulihan,” ujarnya. 

Sejauh ini, lanjutnya, kami mengalami dan melihat serta merasakan bahwa kualitas dan efektivitas sebuah pelayanan tidak tergantung pada satu orang saja.

“Karenanya, jangan memberi beban hanya kepada Dokter Ronald saja dan kita semua menjadi penonton,” ucapnya.

 "Yang mau saya sampaikan adalah tentang falsafah tenun yakni kolaborasi. Kolaborasi itu penting karena kesempurnaan membutuhkan kolaborasi. Mengapa? Tidak ada satu orang pun yang memiliki segala sesuatu dan tidak ada satu orang pun yang tidak memiliki segala sesuatu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suster Maria Yohana menegaskan bahwa semua komponen, semua elemen yang berada dalam lembaga ini mempunyai tugas untuk berkontribusi demi efektivitas dan kualitas pelayanan sebagaimana yang hadir menjadi indah, seperti tenunan yang dikenakan karena perpaduan dari berbagai elemen. Demikian pun kualitas pelayanan di Rumah Sakit St Rafael Cancar merupakan tanggung jawab dari semua pihak.

“Karena itu, kami berpesan agar terus maju dan memantapkan langkah untuk senantiasa bersemangat kolaborasi. Dan kepada pemerintah, kami juga senantiasa mengharapkan untuk berkolaborasi,” katanya.

"Akhirnya saya mengharapkan kepada kita semua untuk bergandengan tangan untuk maju bersama dengan semangat kolaborasi dan semangat pembaharuan yang terus-menerus demi kualitas dan efektivitas pelayanan di Rumah Sakit Santu Rafael Cancar," cetusnya.

Lima poin

Sementara itu, Dokter Ronald Susilo dalam sambutannya mengatakan bahwa ada lima poin penting yang akan menjadi fokus perhatiannya bersama seluruh tim kerja di Rumah Sakit Cancar ke depannya.

Pertama, mengatur kembali tata kelola keuangan dan manajemen rumah sakit sesuai dengan anjuran komisi akreditasi rumah sakit.

Kedua menata kembali bangunan ruangan kamar fasilitas rumah sakit dan yang terpenting suda harus beralih ke dijitalisasi laporan rumah sakit.

Ketiga menambah jumlah layanan spesialisasi.

"Kalau rumah sakit di Ruteng sekarang berfokus ke rumah sakit jantung dan pembuluh darah tetapi kalau kami disini, kami sudah diskusi dalam garis besarnya bahwa kami akan meningkatkan layanan spesalisasi kesehatan ibu dan anak. Hal ini penting supaya angka kematian ibu dan angka kematian bayi bisa diturunkan," cetusnya.

Keempat, mendukung layanan penyakit kronis, khususnya perawatan luka karena kami rumah sakit cancar ini punya backround merawat luka orang kusta yang selama ini ditingalkan dan tidak dikembangkan lagi.

"Jadi, sebetulnya kita punya keahlian merawat orang kusta di rumah sakit ini. Nah, kenapa kita tidak buat di rumah sakit kita ini dan itu satu keunggulanya kita selain penyakit keronis peawatan luka juga kami akan melayani cuci darah karena layanan cuci darah semakin hari semakin dibutuhkan," ungkapnya.

Kelima, siap mendukung dalam menurunkan angka kematian bayi, angka kematian ibu dan juga stanting.

"Jadi, itulah yang akan kami lakukan kedepanya bersama dengan pemerintah dan semua jaringan jaringan yang ada didalamnya," pungkasnya.  (Jivansi). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS