Direktur Perumda Wair Pu’an Bantah Dugaan Nepotisme dalam Rekrutmen Pegawai
Redaksi - Kamis, 21 Mei 2026 13:34
Direktur Perumda Air Minum Wair Puan, Fransiskus Laka, (sumber: Istimewa)MAUMERE (Floresku.com) – Direktur Perumda Air Minum Wair Puan, Fransiskus Laka, menegaskan bahwa rencana pembenahan sistem rekrutmen pegawai di perusahaan tersebut sudah disiapkan sebelum muncul sorotan publik terkait dugaan proses perekrutan yang dinilai tertutup.
Hal itu disampaikan Fransiskus saat ditemui di ruang kerjanya, menanggapi pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan minimnya transparansi dalam perekrutan pegawai di Perumda Wair Puan.
“Kesepakatan itu sebenarnya sudah kami bangun terlebih dahulu sebelum berita ini dinaikkan. Jadi bukan karena ada sorotan baru kami bergerak, tetapi memang sudah menjadi bagian dari pembenahan internal,” ujarnya.
Baca juga:
- Caritas Dunia Rayakan 75 Tahun Pelayanan Kemanusiaan di Labuan Bajo
- Misi Kemanusiaan di Tengah Pariwisata Super Premium Labuan Bajo
- OCBC Hadirkan Strategi Wealth Management Jangka Panjang
Menurut Fransiskus, pihak Perumda bersama Pemerintah Kabupaten Sikka telah menyepakati langkah perbaikan sistem rekrutmen pada 12 Mei 2026.
Ke depan, penerimaan pegawai direncanakan dilakukan melalui mekanisme tes dan pengumuman yang lebih terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, kebutuhan pegawai di Perumda Wair Puan selama ini relatif kecil. Dalam setahun, perusahaan paling banyak hanya membutuhkan satu hingga dua tenaga kerja baru sesuai kebutuhan teknis perusahaan.
“Ini soal kebutuhan saja. Tidak semua pelamar bisa kami akomodir karena memang kebutuhan pegawai sangat terbatas,” katanya.
Meski demikian, Fransiskus mengakui tingginya kebutuhan lapangan kerja membuat masyarakat berharap adanya kesempatan yang terbuka dan setara bagi semua pencari kerja.
Karena itu, kata dia, pembenahan sistem rekrutmen menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kami ingin membangun sistem yang lebih baik, transparan, dan profesional sehingga tidak menimbulkan polemik ataupun prasangka di publik,” tegasnya.
Fransiskus juga membantah isu yang berkembang bahwa seseorang harus menyetor uang untuk bisa bekerja di Perumda Wair Puan. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.
Ia menambahkan, selama ini perusahaan juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam menerima tenaga kerja, terutama bagi masyarakat yang dinilai membutuhkan bantuan pekerjaan.
“Kadang ada juga pertimbangan kemanusiaan. Tetapi isu bahwa masuk kerja di Perumda harus menyogok, itu tidak benar,” ujarnya. (Silvia). ***

