Disarpus Sikka Jemput Bola Antar Buku ke Lansia dan Pasien

redaksi - Sabtu, 24 Januari 2026 12:14
Disarpus Sikka Jemput Bola Antar Buku ke Lansia dan PasienKepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales di atas sepeda motor yang difungsikan sebagai 'perpus berjalan'. (sumber: Disarpus)

MAUMERE (Floresku.com) - Upaya menghadirkan layanan literasi yang inklusif terus dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka. 

Melalui program Disarpus Bergerak, instansi ini kini menyediakan layanan antar buku langsung ke rumah warga, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, serta pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dan kesehatan sehingga tidak memungkinkan datang langsung ke Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. 

Tak hanya untuk pasien, layanan ini juga menyasar keluarga pasien yang membutuhkan bacaan selama menunggu proses perawatan.

Kepala Disarpus Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan Disarpus Bergerak merupakan bentuk pelayanan jemput bola agar hak masyarakat atas akses informasi dan pengetahuan tetap terpenuhi.

Baca juga:

“Kami ingin perpustakaan hadir sampai ke rumah warga. Tidak semua orang bisa datang ke perpustakaan, karena faktor usia, kondisi kesehatan, atau disabilitas,” kata Very, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, koleksi buku yang diantar cukup beragam, mulai dari buku pengetahuan umum, cerita anak, komik, hingga bacaan ringan yang bersifat hiburan dan edukatif. Seluruh koleksi disesuaikan dengan kebutuhan dan minat pembaca.

Untuk mendukung program ini, Disarpus Sikka mengoperasikan dua unit kendaraan perpustakaan keliling roda empat dan satu unit kendaraan roda dua yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk kawasan pinggiran dan pedesaan.

Selain melayani kelompok rentan, Disarpus Bergerak juga rutin menyambangi sekolah-sekolah, komunitas, serta ruang publik guna menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar dan generasi muda.

Very berharap program ini mampu memperkuat budaya literasi di Sikka. “Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Melalui Disarpus Bergerak, Disarpus Sikka menegaskan bahwa buku tidak lagi menunggu pembaca, tetapi pembaca yang didatangi oleh buku. Sebuah langkah kecil namun bermakna dalam mencerdaskan masyarakat dari rumah ke rumah. (Silivia). ***

 


ChatGP

RELATED NEWS