Hardiknas 2026: PPPK Sikka Dipastikan Tak Dirumahkan
Redaksi - Sabtu, 02 Mei 2026 12:13
Bupati Sikka pimpin Upacara Hardiknas 2026. (sumber: Istimewa)MAUMERE (Floresku.com) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sikka tidak hanya menjadi ajang penguatan literasi dan numerasi, tetapi juga momentum penegasan keberpihakan pemerintah daerah terhadap tenaga pendidikan.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, memastikan bahwa tidak akan ada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk yang berstatus paruh waktu, yang dirumahkan. Kebijakan ini berlaku terutama bagi tenaga guru dan tenaga kependidikan, meski kondisi keuangan daerah tengah terbatas.

Dalam amanatnya pada upacara Hardiknas di Lapangan Apel SMPN Alok, Sabtu (2/5), Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
Ia bersama Wakil Bupati berkomitmen menjaga stabilitas tenaga pendidik agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.
Baca juga:
- Hardiknas 2026, Bupati Sikka Luncurkan Empat Inovasi Literasi untuk Masyarakat
- Pesan Inspiratif : Yesus dan Bapa adalah Satu
- Bacaan Liturgis, Sabtu, 2 April 2026
Menurutnya, keberadaan PPPK memiliki peran penting dalam menjamin kesinambungan pendidikan di daerah.
oleh karena itu, pemerintah daerah tengah menyusun strategi pengelolaan anggaran yang lebih adaptif, agar kebutuhan belanja pegawai, khususnya gaji PPPK, tetap dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain menyampaikan komitmen tersebut, Bupati juga meluncurkan sejumlah program literasi unggulan, seperti Gong Literasi, Wisata Literasi, Gerakan Antar Buku, serta Website Perpustakaan. Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya gerakan bersama.
Pada kesempatan yang sama, para kepala sekolah se-Kabupaten Sikka turut menandatangani komitmen peningkatan literasi dan numerasi. Pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada ASN yang memasuki masa purnabakti melalui penyerahan Surat Keputusan (SK).

Sementara itu, bantuan pendidikan berupa Paket School Kids dari PT Marine Life yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa diberikan kepada 100 anak, dengan sebagian diserahkan secara simbolis di lokasi kegiatan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian susu kepada anak-anak TK dan PAUD sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang generasi usia dini.
Momentum Hardiknas 2026 ini menegaskan langkah Pemerintah Kabupaten Sikka dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus menjamin keberlanjutan tenaga pendidik di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
Turut hadir Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Ketua DPRD Stefanus Sumandi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta para kepala sekolah dan undangan lainnya. (SP-Silvia). ***

