HOMILI, Pater Gregor Nule SVD, Minggu, 11 Desember 2022

redaksi - Sabtu, 10 Desember 2022 20:07
HOMILI, Pater Gregor Nule SVD, Minggu, 11 Desember 2022Pater Gregor Nule SVD, Pastor Paroki Ratu Rosari, Kewapante (sumber: Dokpri)

BERSUKACITALAH SEBAB TUHAN SUDAH DEKAT 

(Minggu Adven IIIA: Yes, 35:1-6a.10; Yak 5:7-10; Mat 12:2-11)

Ilustrasi

Berabad-abad lampau hiduplah di Persia seorang raja yang baik dan bijaksana. Ia ingin sekali mengetahui bagaimana rakyatnya hidup serta mau melihat secara langsung kesulitan-keulitan yang mereka alami. 

Terkadang ia berpakaian seperti seorang pekerja atau pengemis dan berjalan-jalan ke rumah orang-orang  miskin. Tidak ada seorang pun yang dikunjunginya menaruh curiga bahwa dia adalah raja mereka.

Suatu hari ia mengunjungi seorang pria yang amat melarat hidupnya dan tinggal di sebuah gua. Raja itu makan makanan mentah yang dimakan pria miskin itu. 

Ia berbicara dengan ramah dan menggunakan kata-kata yang membuat hati pria itu penuh kegembiraan, kegairahan dan sukacita. Kemudian ia meninggalkan pria miskin itu. 

Beberapa saat kemudian ia mengunjungi lagi pria miskin itu  dan berterus terang berkata kepada pria itu bahwa dia adalah raja.

Alangkah terkejutnya pria miskin itu. Raja itu berpikir bahwa orang miskin itu akan meminta sesuatu daripadanya. Tetapi ternyata tidak. Ia malah berkata, “Baginda, engkau meninggalkan istana dan kemuliaanmu untuk mengunjungi aku di gua yang kotor dan hina ini. 

Engkau telah makan makanan mentah yang kumakan. Engkau sungguh-sungguh telah membawa kegembiraan dan sukacita luar biasa dalam hidupku. Kepada orang lain engkau telah memberikan hadiah-hadiah istimewa. Tetapi, kepadaku engkau telah memberikan dirimu sendiri.

Refleksi 

Hari Minggu Adven ketiga lazim dikenal dengan nama Minggu Gaudete, yang berarti bersukacitalah, Inilah Minggu Sukacita, sebab Tuhan,sang juruselamat dan pembawa damai yang dinantikan sudah dekat.

Ada macam-macam alasan bagi seseorang untuk hidup dalam kegembiraan, sorak-sorai dan sukacita. Misalnya, sukacita seorang ibu yang sebentar lagi akan melahirkan anaknya yang sudah ditunggu selama kurang-lebih 9 bulan. 

Atau sukacita seorang petani menjelang saat panen tiba, atau seorang mahasiswa yang  telah menyelesaikan kuliahnya dan tidak lama lagi akan diwisuda dan mendapatkan  gelarnya.  Atau sukacita seorang anak yang menantikan kedatangan ayahnya dari tanah rantau pada hari raya Natal. Dan lain-lain.

Nabi Yesaya meyakinkan kaum Istael  yang sedang  menderita dan hidup dalam kemalangan  agar  tetap percaya dan berharap  sebab   penyelamat yang dijanjikan sudah hampir tiba. 

Ia sendiri akan membawa pembalasan dan ganjaran, serta akan  menyelamatkan mereka dari segala bentuk penderitaan dan ketidakadilan. Mereka  tidak  lagi tinggal di tanah buangan sebagai orang asing dan budak, tetapi  akan dibawa pulang ke Sion untuk hidup sebagai manusia bebas di tanah keselamatan yang disiapkan Allah. 

Itulah sebabnya orang-orang Israel hendaknya hidup dalam sukacita, sorak-sorai  dan kegembiraan. Sebab ketika Tuhan datang akan ada damai di seluruh bumi serta sukacita bagi orang – orang yang menderita dan berdukacita. 

Nabi Yesaya menegaskan bahwa pada saat itu orang lumpuh bukan hanya bisa berjalan, tetapi melompat-lompat seperti rusa, mulut orang bisu tidak hanya bisa berkata-kata, tetapi menyanyikan lagu pujian, serta duka dan keluh kesah akan menjauh, (bdk. Yes 35: 6.10).

Dalam bacaan Injil Yohanes Pembaptis, yang dipenjarakan karena mengeritik Herodes yang mengambil paksa Herodias, isteri saudaranya, menjadi isterinya, meminta murid-muridnya supaya bertanya kepada Yesus tentang identasNya. Apakah benar Dia adalah Mesias yang dinanti-nantikan itu. 

Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka secara langsung. Ia meminta para murid agar menceritakan kepada Yohanes pengalaman nyata  mereka sendiri. 

Apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Nampak jelas bahwa kehadiran dan perbuatan-perbuatan Yesus telah membuat semua baik adanya. Kemuliaan dan kebesaran Allah nampak di dalam Diri dan tindakan-tindakan Yesus. 

Yesus membuktikan identitasNya sebagai Mesias yang dinantikan dengan berkata,”Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan khabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku”, (Mat 11:5-6). 

Sebagai umat yang sedang menantikan kedatangan Mesias kita bergembira dan bersukacita karena Tuhan yang kita nantikan sudah dekat dan bahkan sudah ada di tengah-tengah kita. Dialah Yesus yang lahir dan menjadi manusia, sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. 

Yesus itu laksana raja dalam ilustrasi di atas, yang rela mengunjungi orang-orang pilihanNya, untuk melihat dan merasakan kenyataan hidup, penderitaan dan kemalangan mereka. Dia telah berbagi pengalaman dan hidup dengan orang-orang yang menderita dan melarat, bahkan Ia telah menyerahkan diri kepada mereka. 

Tetapi, supaya kita bisa mengenal Yesus dan mengalami kedekatanNya, Yohanes Pembaptis meminta kita agar datang kepadaNya. 

Kita hendaknya mengalami kehdarian Yesus secara dekat dalam hidup sehari-hari, melalui doa pribadi dan doa bersama dalam komunitas dan keluarga, atau dalam KBG dan Lingkungan. Kita memanfaatkan masa Adven ini untuk memperbanyak waktu doa dan meningkatkan mutu doa kita, 

Kita juga dapat mengalami kedekatan dengan Yesus melalui SabdaNya, yang kita baca, dengarkan dan renungkan setiap hari.  

Hanya melalui Firman Allah kita bisa mengenal Allah dan kehendakNya, serta memahami rencana dan karya keselamatan umat manusia melalui Yesus Kristus. Santo Hyronimus berkata, “Barang siapa tidak mengenal Kitab Suci, ia tidak mengenal Yesus Kristus”. 

Santo Yakobus dalam bacaan kedua menasehati kita supaya menanti dengan sabar sampai Tuhan datang, (bdk Yak 5:7). Sabar berarti ulet, setia dan tahan uji. Selama masa adven kita hendaknya tekun berusaha mengubah dan membaharui diri, serta membiarkan Tuhan melaksanakan kehendakNya di dalam dan melalui kita. 

Sabar juga berarti kita berani menjadi alat dan suara Tuhan bagi mereka yang kecil, menderita dan tak berdaya. Ketika kita siap menjadi alat dan saluran berkat Allah bagi dunia dan sesama, maka banyak orang akan mengalami sukacita, kedamaian dan keselamatan. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita, Amen. 

Kewapante, Minggu 11 Desember 2022.

P. Gregorius Nule, SVD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RELATED NEWS