Homo Digitalis Harus Siap Memasuki Era Smart Intelligence

redaksi - Sabtu, 24 Februari 2024 19:59
Homo Digitalis Harus Siap Memasuki Era Smart IntelligenceArtificial Inteligence (sumber: Istimewa)
Rober EppeDando

Oleh: Rober EppeDando

DUNIA  intelijen kini sedang memasuki generasi 3.0. Orang menyebut era ini dengan sebutan’ intelijen digital’ atau ‘intelijen cyber.’

Generasi 3.0 ini merupakan smart intelligence yang menggabungkan human intelligence dan technology intelligence, khususnya teknologi digital dan cyber intelligence.

Di era revolusi industri 4.0 menuju 5.0, kehadiran smarat intelijen sebagai salah satu instrumen penting dalam proses perumusan strategi dan kebijakan nasional semakin meningkat.

Produk intelijen dalam wujud informasi cepat, tepat, dan akurat sangat dibutuhkan oleh pimpinan negara dalam mengambil keputusan.

Sistim keamanan dan kondisi ketahahan nasional Indonesia terus beradaptasi dalam bentuk dan sifat ancaman melalui jaringan intelijen yang tangguh.

Jaringan intelijen yang kuat dan mumpuni mampu mencegah, menangkal, dan menanggulangi berbagai ancaman yang merugikan NKRI dalam hal keamanan, keselamatan, dan kedaulatan bumi pertiwi.

Perubahan serba cepat pada kondisi lingkungan strategis di tataran global, nasional, regional, dan lokal berdampak pula pada perubahan bentuk dan sifat ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang kian mengancam dan membahayakan ketahanan nasional Indonesia.

Dengan demikian, intelijen tidak semata-mata hanya untuk kepentingan militer atau perang.

Manfaat intelijen penting juga pula untuk kalangan sipil atau swasta dengan modifikasi kontekstual.

Secara asasi, fungsi intelijen dapat menolong untuk mengetahui apa yang belum terungkap sebelumnya, sehingga memungkinkan perencanaan terarah dan meredam resiko, hambatan, dan tantangan sebelum melaksanakan tujuan tertentu dalam bisnis dan kepentingan lainnya.

Prinsip velox, exactus, tumultus, iustitium dalam intelijen klasik—berfungsi maksimal yakni menyediakan informasi untuk intelijen militer, sipil, atau swasta secara benar, tepat, jujur, dan cepat.

Jadi, sebagai warga negara Indonesia yang cinta tanah air perlahan menggunakan prinsip-prinsip intelijen demi meraih kesuksesan dan tujuan tertentu bagi bonum commune (kesejahteraan bersama) di era cyberspace.

Itu semua penting deteksi, proteksi, recovery, monitoring, pengendalian, pengembangan Human Capital, serta riset keamanan cyber bagi kepentingan kita masing-masing, entah di dunia militer maupun sipil atau swasta (bisnis).

Ayo, segera beradaptasi dengan menerapkan formula STAR—Strategi, Taktik, Operasi dalam berbagai urusan. Hanya ada dua pilihan yakni bertahan atau punah. Belum terlambat kita beraksi.

Cataran: Tulisan ini disadur juga dari Kata Sambutan Kepala Badan Intelijen Negara RI, Jenderal Pol (Purn) Dr. Budi Gunawan, SH., MSi., PhD pada Juli 2018 dalam buku berjudul “Intelijen: Teori Intelijen dan Pembangunan Jaringan” karangan Yohanes Wahyu Saronto (2018).***

RELATED NEWS