Iman Teguh Membuahkan Ketulusan Hati

redaksi - Kamis, 19 Maret 2026 06:22
Iman Teguh  Membuahkan Ketulusan HatiPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)
Pesan Inspiratif
 

Oleh: Pater Gregor Nule SVD

Orang yang berpasrah penuh kepada Allah  merupakan orang yang selalu terbuka dan rela menerima apa pun kehendak Allah dalam hidupnya.

Ia teguh beriman. Ia tulus dalam sikap, kata dan perbuatannya. Kata-katanya sejalan dengan isi hatinya. Ia sangat sederhana. Tidak ada kepalsuan apa pun dalam dirinya.

Inilah sosok Santo Yusuf, suami Maria, yang kita rayakan pestanya hari ini. Dia, seorang yang beriman teguh dan tulus hatinya.

Ketika tahu bahwa Maria, tunangannya hamil, padahal keduanya belum hidup bersama, ia sakit hati karena merasa dikhianati. Tetapi, ia tidak ingin membalas dendam.

Itulah sebabnya ia ingin menceraikannya secara diam-diam agar tidak mencemarkan namanya. Ia bersikap dan bertindak demikian karena ia.mencintai Maria.

Dan, justeru dalam kebingungan dan ketidakpastian ini Allah hadir menjernihkan hati dan memberikan kepastian kepada Yusuf.

Allah minta agar Yusuf mengambil Maria sebagai isterinya, karena Anak dalam kandungannya justeru berasal dari Roh Kudus. Dialah yang ditentukan untuk menjadi Juruselamat dunia, (bdk Mat 1:20-21).

Setelah bangun dari tidurnya Yusuf membatalkan rencana untuk meninggalkan Maria. Sebaliknya ia mengambil Maria sebagai istri dan bersedia menerima tugas menjadi bapak bagi Yesus, dengan segala konsekuensinya.

Yusuf menjadi bapak pengasuh Yesus dan pemelihara Keluarga Nazareth. Ia melakukan semua tugasnya dengan sadar dan penuh tanggung jawab.

Yusuf berbuat demikian karena  iman yang teguh kepada Allah dan cintanya tulus kepada Maria.

Kita diminta untuk meneladani iman Yusuf, suami Maria,. Imam yang teguh kepada kehendak Allah yang nyata dalam ketulusan hatinya.

Kita belajar untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Atau suka membalas dendam.  Kita belajar untuk tulus dalam sikap, kata dan perbuatan.

Kita berusaha untuk menjauhkan kemunafikan untuk menjauhkan kemunafikan dan kepalsuan.  

Semua  ini menjadi ungkapan iman kita  yang kepada Allah serta cinta kita kepada sebagaimana Santo Yoseph, suami Maria.

Semoga St. Yoseph dan Bunda Maria mendoakan kita selalu. Dan, semoga Tuhan.Yesus memberkati seluruh hidup dan karya kita.

Kewapante, 19 Maret 2026. ***

Tags TuhanAllahMariaYsyfBagikan

RELATED NEWS