Jelang Idulfitri, Bank Saqu Gaungkan 'Awas Hantu Cyber'
redaksi - Rabu, 18 Maret 2026 12:47
Ilustrasi: Hantu Cyber (sumber: Bank Saqu Corporate Communication )JAKARTA (Floresku.com) - Menjelang perayaan Idulfitri, aktivitas transaksi digital masyarakat diperkirakan meningkat signifikan. Momentum ini dimanfaatkan Bank Saqu untuk mengedukasi nasabah melalui kampanye bertajuk “Awas Hantu Cyber”, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.
Kampanye ini hadir sebagai respons atas tren peningkatan kejahatan siber yang kerap terjadi saat Ramadan hingga Idulfitri. Lonjakan aktivitas seperti belanja online, transfer uang, dan berburu promo musiman sering menjadi celah bagi pelaku kejahatan digital untuk menjalankan aksinya.
Berbagai modus penipuan yang umum terjadi antara lain pesan palsu terkait paket kiriman, tawaran diskon fiktif, hingga pihak yang mengaku sebagai perwakilan institusi tertentu untuk meminta data pribadi atau kode OTP. Modus-modus ini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi finansial, termasuk teknik phishing dan social engineering yang semakin sulit dikenali.
Baca juga:
- 5 Imbas Mengejutkan Teknologi bagi Sekolah Masa Kini dan Masa Depan
- Warga Ojang–Waipaar di Kabupaten Sikka Menanti Jembatan Layak
- Manisnya Tradisi: Lima Kue Lebaran Favorit di Indonesia
Melalui kampanye “Awas Hantu Cyber”, Bank Saqu mengusung pendekatan kreatif dengan menghadirkan personifikasi “hantu cyber”. Karakter ini menggambarkan berbagai ancaman digital yang kerap mengintai aktivitas finansial masyarakat. Dengan gaya storytelling yang ringan, kampanye ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih mudah memahami risiko sekaligus cara menghindarinya.
Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan, menjelaskan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melindungi nasabah di era digital.
“Ancaman kejahatan siber sering datang tanpa disadari dan tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya bisa sangat nyata. Menjelang Idulfitri, kami ingin mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Melalui ‘Awas Hantu Cyber’, kami berharap nasabah dapat lebih memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi,” ujarnya.
Kampanye ini akan disebarkan dalam bentuk serial konten edukatif melalui berbagai kanal digital, termasuk media sosial dan platform resmi Bank Saqu. Masyarakat akan diajak mengenali berbagai karakter “hantu cyber” yang mewakili jenis-jenis penipuan digital, sekaligus mempelajari langkah-langkah pencegahannya.
Data dari Badan Siber dan Sandi Negara mencatat ratusan juta anomali trafik siber terjadi setiap tahun di Indonesia, yang berpotensi mengarah pada serangan digital. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan melaporkan kerugian akibat penipuan digital mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024. Bahkan, laporan industri menunjukkan lebih dari 274 ribu kasus penipuan finansial terjadi sepanjang November 2024 hingga September 2025, dengan total kerugian publik melebihi Rp6 triliun.
Selain edukasi, Bank Saqu juga terus memperkuat sistem keamanan dan perlindungan transaksi digital guna memastikan kenyamanan nasabah. Sebagai bagian dari ekosistem Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu menegaskan komitmennya tidak hanya pada inovasi layanan, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan digital masyarakat.
“Bank Saqu ingin menjadi mitra finansial yang tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga membantu nasabah merasa aman dan percaya diri dalam bertransaksi,” tambah Angela.
Melalui kampanye ini, Bank Saqu berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, sekaligus mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan digital. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang lebih aman, khususnya di momen meningkatnya aktivitas transaksi seperti Idulfitri. (Sandra). ***

