Kardinal Tokyo Kunjungi SMAK Syuradikara, Tegaskan Pentingnya Pendidikan
Redaksi - Jumat, 17 Juli 2026 20:58
Uskup agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden SVD bersama Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD (tengah) dan Uskup Niigata, Jepang, Mgr. Paulus Narui Daisuke, SVD (kedua dari kanan) saat mengunjungi SMAK Syuradiakata, Jumat (17/7). (sumber: Istimewa)ENDE (Floresku.com) – Kunjungan Uskup Agung Tokyo, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, SVD, bersama Uskup Niigata, Jepang, Mgr. Paulus Narui Daisuke, SVD, dan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, di SMA Swasta Katolik (SMAK) Syuradikara Ende, Jumat (17/7), berlangsung meriah dan penuh kehangatan.
Kedatangan para pemimpin Gereja Katolik tersebut disambut antusias oleh ratusan siswa, guru, alumni, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ende.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, turut mendampingi rombongan sejak tiba di kompleks sekolah.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan atraksi drumband para siswa, alunan musik tradisional Nggo Wani, serta tarian adat yang mengiringi para tamu menuju panggung utama.
Kunjungan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antara Gereja Katolik di Indonesia dan Jepang, khususnya dalam karya pendidikan yang dikelola Serikat Sabda Allah (SVD).
Baca juga:
- Arca Maria Assumpta Bangkitkan Aksi Ekologis di Wae Nakeng
- Lewat BRILink, Kursumawati Bantu Warga Melek Layanan Perbankan
- Pesan Inspiratif: Yesus di Mata Orang Farisi dan Ahli Taurat
Dalam sambutannya yang disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh Mgr. Paulus Budi Kleden, Kardinal Tarcisio mengaku bersyukur dapat mengunjungi SMAK Syuradikara yang saat ini memiliki lebih dari 1.200 siswa.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa sekaligus masa depan Gereja.
"Pendidikan adalah investasi bagi masa depan. Melalui pendidikan yang baik, kita membangun harapan bagi generasi muda dan masa depan masyarakat," ujar Kardinal Tarcisio.
Sementara itu, Mgr. Paulus Budi Kleden menjelaskan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh megahnya gedung sekolah, kelengkapan fasilitas, atau kompetensi tenaga pendidik.
Menurutnya, inti pendidikan terletak pada tumbuhnya harapan melalui relasi yang baik antarmanusia.
Ia menyampaikan pesan Kardinal Tarcisio bahwa harapan tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh ketika setiap orang membuka diri untuk bertemu, berdialog, dan membangun persaudaraan.
Karena itu, SMAK Syuradikara diharapkan terus menjadi ruang yang menumbuhkan harapan bagi generasi muda Flores.
Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengungkapkan bahwa Kardinal Tarcisio telah menyatakan kesediaannya untuk memenuhi undangan menghadiri perayaan syukur Hari Ulang Tahun ke-75 SMAK Syuradikara pada kesempatan mendatang.
Kepala SMAK Syuradikara Ende, Bruder Kristianus Riberu, SVD, mengatakan kunjungan Kardinal Tarcisio bersama Mgr. Paulus Narui Daisuke merupakan kunjungan persaudaraan yang memiliki makna mendalam karena sekolah tersebut merupakan bagian dari karya pendidikan Serikat Sabda Allah.
Menurutnya, kehadiran kedua pemimpin Gereja itu menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar SMAK Syuradikara untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperteguh komitmen pada spiritualitas Santo Arnoldus Janssen, pendiri SVD.
"Kami berharap semangat persaudaraan, pelayanan, dan misi yang diwariskan Santo Arnoldus Janssen terus menginspirasi pembentukan karakter peserta didik serta peningkatan kualitas pendidikan di SMAK Syuradikara," ujar Bruder Kristianus.
Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian lawatan Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi di Keuskupan Agung Ende, sekaligus memperkuat jejaring persaudaraan Gereja Katolik Indonesia dan Jepang melalui karya pendidikan dan pelayanan kemanusiaan. (BS). ***

