Keluarga Bersyukur Mgr Hans Monteiro Jadi Uskup Larantuka

redaksi - Jumat, 13 Februari 2026 18:25
Keluarga Bersyukur Mgr Hans Monteiro  Jadi Uskup LarantukaMgr Hans Monterio dalam Misa Syukur bersama keluarga besar, Jumat (13/2). (sumber: Herry Fdz)

LARANTUKA (Floreku.com) -  Suasana penuh syukur dan kekeluargaan menyelimuti kediaman keluarga besar Yohanes Hans Monteiro di Kelurahan Lohayong, Jumat (13/2). 

Keluarga besar menggelar Misa Syukur sebagai ungkapan terima kasih atas rahmat Tuhan atas terpilihnya Mgr. Hans Monteiro sebagai Uskup Larantuka.

Perayaan ini menjadi momen iman yang sangat bermakna bagi keluarga, sebab menurut mereka, terpilihnya Mgr. Hans Monteiro bukan sekadar kebanggaan, melainkan anugerah iman yang patut dirayakan bersama. 

Perayaan Misa Syukur serupa juga pernah dilakukan ketika Mgr. Hans ditahbiskan menjadi imam Diosesan Larantuka 25 tahun silam.

Lima keluarga besar yang menjadi sumber kekuatan dasar dalam perjalanan imamat Mgr. Hans Monteiro yakni keluarga Monteiro, Daton, de Rosary, Matutina, dan Doren. 

Seluruh keluarga hadir bersama para tokoh Gereja dan masyarakat, di antaranya Putra Raja Larantuka Don Tinus DVG, Romo Preses St. Petrus Ritapiret, Pater Rektor IFTK Ledalero, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur, Uskup Emeritus Larantuka Frans Kopong Kung, serta sejumlah  imam konselebran.

Baca juga:

Dalam sapaan awal Misa, Mgr. Hans Monteiro mengajak seluruh keluarga besar agar rahmat Tuhan yang diterimanya dapat menjadi teladan iman dalam pelayanan di mana pun berada. Menurutnya, panggilan pelayanan bukan soal status atau jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan Kristus secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbahnya, Mgr. Hans menegaskan bahwa hari tersebut adalah hari syukur karena Allah telah memilih dan membentuk anak-Nya menjadi pemimpin dalam Gereja-Nya yang kudus. 

“Kita berkumpul bukan karena jabatan, tetapi karena satu iman, satu tubuh, satu roh, dan satu Tuhan. Gereja bukan panggung orang hebat, melainkan tubuh kudus yang berjalan bersama dalam sejarah hidup kita,” ujarnya dengan penuh kasih.

Ia juga menekankan bahwa kesatuan iman dimulai dari keluarga. Keluarga adalah sekolah iman pertama dan tempat belajar cinta. Menurutnya, tugas seorang uskup bukan menjadi hakim yang menghukum, tetapi bapa yang memeluk umat dengan kasih, menjadi lidah Injil untuk mewartakan kasih Tuhan.

“Terima kasih atas setiap air mata, pengorbanan, dan doa keluarga. Gereja dibangun bukan oleh satu orang, tetapi oleh kita semua,” lanjut Mgr. Hans dalam khotbahnya.

Di akhir khotbah, ia mengajak seluruh keluarga agar tetap berkomitmen hidup dalam kasih: mendengar yang kesulitan, berkata dengan lemah lembut, serta memberi dengan tulus sebagai wujud fondasi cinta.

Perwakilan keluarga besar, Frits Fernandez, menyatakan bahwa keluarga tidak hanya bangga atas pentahbisan Mgr. Hans sebagai uskup, tetapi juga berkomitmen menjaga iman dan berbagi kasih sebagai bentuk dukungan. 

“Kita jangan menjadi gunting yang memisahkan, tetapi menjadi jarum yang menyatukan, walau kadang menyakitkan,” ungkapnya.

Misa syukur diawali dengan penjemputan meriah oleh grup musik tradisional Larantuka Drikciadez dengan tarian Lui e, iringan biola dari Handry Fernandez, Novin de Rosary, dan Damian de Rosary. Penampilan organis cilik Leonel Fernandez turut mencuri perhatian. 

Menariknya, seluruh personel grup Drikciadez merupakan ponakan dan cucu dari Mgr. Hans Monteiro sendiri, sehingga semakin menegaskan makna keluarga sebagai akar iman dalam perjalanan pelayanan Gereja. (Herry Fdz). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS