Keuskupan Labuan Bajo Jalin Kemitraan Misi dengan Toronto Kanada
Redaksi - Sabtu, 27 Juni 2026 10:32
Suasana pertemuan daring tim dari Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Toronto Kanada, Kamis (25/6). (sumber: Vinsen Patno)LABUAN BAJO (Floresku.com) – Keuskupan Labuan Bajo mulai membuka jalan kerja sama internasional dengan menjalin kemitraan misi bersama Keuskupan Agung Toronto, Kanada.
Pertemuan perdana yang berlangsung secara daring pada Kamis (25/6) itu menjadi langkah awal untuk memperkuat pelayanan pastoral dan pembangunan Gereja di keuskupan yang masih tergolong baru tersebut.
Pertemuan virtual yang berlangsung pukul 21.00 Wita atau 09.00 waktu Toronto itu mempertemukan Mgr. Maksimus Regus bersama jajaran Kuria Keuskupan Labuan Bajo dengan delegasi Keuskupan Agung Toronto yang dipimpin Arthur Peters selaku Direktur Misi serta Tina Ongkeko sebagai Development Coordinator International Programs.
Turut mendampingi Uskup Labuan Bajo dalam pertemuan tersebut antara lain Rm. Frans Nala, Pr selaku Sekretaris Jenderal Keuskupan, Rm. Martin Wilian, Pr sebagai Ekonom Keuskupan, Rm. Erik Ratu, Pr, dan Rm. Silvy Mongko, Pr.
Baca juga:
- Bacaan Liturgis, Sabtu, 27 Juni 2026: 'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan'
- Pesan Inspiratif: Pentingnya Mendoakan Orang Lain
- KSP Dudung Abdurachman Tiba di Makassar, Hadiri Resepsi Putra Andi Abbas
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat persaudaraan. Kedua keuskupan yang berada di dua benua berbeda itu sepakat membangun komunikasi dan menjajaki berbagai bentuk kerja sama pastoral sebagai wujud nyata solidaritas Gereja universal.
Dalam sambutannya, Mgr. Maksimus Regus mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan membangun kemitraan dengan Keuskupan Agung Toronto.
Menurutnya, sebagai keuskupan yang baru berdiri, Labuan Bajo membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari Gereja-Gereja lain di dunia untuk memperkuat pelayanan kepada umat.
"Kami sangat bersyukur dan senang apabila Keuskupan Agung Toronto dapat membantu karya pastoral kami di sini," ujar Mgr. Maksimus.
Sementara itu, Arthur Peters menyampaikan kegembiraannya dapat berdialog langsung dengan Keuskupan Labuan Bajo.
Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat situasi dan kebutuhan Gereja lokal sekaligus membahas kemungkinan dukungan yang dapat diwujudkan melalui berbagai program misi yang dimiliki Keuskupan Agung Toronto.
Dalam kesempatan itu, pihak Toronto memperkenalkan tiga program utama yang selama ini menjadi sarana kerja sama dengan berbagai Gereja di dunia.
Program pertama adalah Special Projects, yakni bantuan bagi berbagai proyek kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini mencakup dukungan di bidang pangan, kesehatan, pendidikan, pelatihan keterampilan, penyediaan air bersih, energi surya, hingga pendampingan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin.
Program kedua ialah Pastoral Mission Fund (PMF) yang berfokus pada penguatan karya evangelisasi dan pembinaan iman di tingkat paroki.
Dukungan diberikan dalam bentuk seminar, pelatihan pastoral, pembinaan iman, kursus pastoral, serta peningkatan kapasitas kaum awam dan para katekis.
Adapun program ketiga, Mission Cooperative Program (MCP), membuka peluang kemitraan antara paroki-paroki di Toronto dengan Gereja-Gereja di berbagai negara.
Program tersebut bertujuan mendukung pendidikan calon misionaris sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui bantuan pangan dan layanan kesehatan.
Melalui dialog tersebut, Keuskupan Agung Toronto juga memberikan kesempatan kepada Keuskupan Labuan Bajo untuk menyusun berbagai usulan program pastoral yang sesuai dengan kebutuhan nyata umat di wilayah pelayanan keuskupan.
Kemitraan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat pelayanan Gereja, meningkatkan kualitas pembinaan umat, serta menghadirkan karya pastoral yang semakin menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.
Dengan semangat persaudaraan lintas negara, kedua keuskupan berkomitmen untuk berjalan bersama dalam mewujudkan misi Gereja yang melayani dan membawa harapan bagi umat. (Vinsen Patno). ***

