KGSB Ajak Tenaga Pendidik Terapkan “The Art of Pedagogy” dalam Pembelajaran

redaksi - Minggu, 28 Agustus 2022 10:13
KGSB Ajak Tenaga Pendidik Terapkan “The Art of Pedagogy” dalam Pembelajaran Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Rumah Guru BK (RGBK) mengadakan Webinar “Layanan Bimbingan Konseling Kreatif Bagi Siswa” pada Sabtu 27 Agustus 2022. Webinar ini diselenggarakan khusus bagi para tenaga pendidik yang tergabung dalam Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB). (sumber: Humas Satkaara)

JAKARTA (Floresku.com) - Era disrupsi yang berimplikasi pada dunia pendidikan ternyata melahirkan kedekatan siswa dengan teknologi internet dan media sosial. 

Di satu sisi dengan ketergantungan siswa dengan teknologi membuat karakter siswa menjadi individualistis. Namun kemajuan tekhnologi tidak dapat dihindarkan sehingga tenaga pendidik wajib mengadaptasi teknologi dalam metode pembelajaran.

Founder Rumah Guru BK (RGBK) dan Widyaiswara Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat Kemendikbud Ristek RI, Ana Susanti, M.Pd. CEP, CHt menyampaikan materi pada Webinar “Layanan Bimbingan Konseling Kreatif Bagi Siswa” yang diselenggarakan Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama RGBK pada Sabtu 27 Agustus 2022.

Oleh karena itu pembelajaran kreatif dibutuhkan untuk membentuk karakter siswa yang mampu berpikir kreatif dan memiliki motivasi yang tinggi. 

Karakter ini membangun hal yang positif seperti kemauan yang kuat untuk belajar, percaya diri yang tinggi, serta mampu berpikir kritis. Sehingga perlu dukungan kuat dari tenaga pendidik dan sekolah.

Berlandaskan hal tersebut, KGSB (Komunitas Guru Satkaara Berbagi) dan RGBK mengadakan Webinar Series Layanan Bimbingan Konseling Kreatif Bagi Siswa, Sabtu 27 Agustus 2022. 

Guru BK SMP Darul Hikam Bandung, Konten Kreator dan Founder @bkstoria Fikri Faturrahman, S.Pd menyampaikan materi pada Webinar “Layanan Bimbingan Konseling Kreatif Bagi Siswa” yang diselenggarakan Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama RGBK pada Sabtu 27 Agustus 2022. 

Dengan menghadirkan narasumber Guru BK SMP Darul Hikam Bandung, Konten Kreator, Founder @bkstoria Fikri Faturrahman, S.Pd serta serta Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat Kemdikbud Ristek RI, Ana Susanti, M.Pd. CEP, CHt.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh ratusan guru dan pengajar dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi di Indonesia serta Timor Leste. 

Salah satu pembahasan utama mengenai penerapan ‘The Art of Pedagogy” yang menyisipkan unsur seni dalam kreatifitas ke dalam metode pembelajaran untuk menggali kreatifitas.

Founder KGSB, Ruth Andriani mengatakan KGSB berupaya memfasilitasi para guru dalam meningkatkan kemampuan yang menunjang pendidikan dan pembelajaran kreatif. 

Melalui pedagogi kreatif akan mengajarkan peserta didik bagaimana belajar secara kreatif dan menjadi pencipta diri sendiri dan masa depan mereka.

 “Semoga webinar ini menginspirasi Sahabat Guru Hebat dan mampun menerapkan metode pembelajaran kreatif  untuk anak didik dengan memanfaatkan imajinasi, gambar, drama, musik dan cerita.” ujar Ruth.

Founder Rumah Guru BK, Ana Susanti dalam paparannya menjelaskan pentingnya menyisipkan The Art of Pedagogy, salah satunya  dalam metode layanan konseling. Konsep yang dipopulerkan oleh Profesor Robyn Ewing’s dari The University of Sidney ini menunjang guru untuk melibatkan aspek bermain, imajinasi, desain, ekspresimen, eksplorasi, provokasi, metafor, ekspresi & representasi serta komunikasi.

Sarana yang bisa digunakan bisa melalui seni tari, musik, bernyanyi, akting, melukis, memahat, puisi, dan lain sebagainya. Indikator kreatifitas yang bisa dinilai dari The Art of Pedagogy adalah kemampuan berimajinasi, berpikir kritis, disiplin, kegigihan, keberanian, kemampuan mengambil resiko serta merefleksikan diri.  

“The Art of Pedagogy adalah alat yang efektif untuk membuat layanan BK menjadi lebih menarik dan disukai. Dalam penerapannya, baik dan buruk karya yang dibuat siswa tidak terlalu penting. Pengalaman dalam diri yang dialami siswa jauh lebih utama untuk membuatnya tumbuh dan mengetahui apa yang diinginkan,” terang Ana.

Dalam sesi ini, best practice yang dilakukan terkait literasi layanan bimbingan konseling kreatif. Fikri Faturahman menjelaskan sebagai langkah awal para guru bimbingan konseling (BK) harus memiliki persepsi kreatif meliputi pengetahuan tentang BK (knowledge BK), Design Thingking dan sifat adaptif/fleksibel.    

Pengetahuan tentang BK berfungsi sebagai dasar pengambil keputusan. Design Thingking bermanfaat dalam merencanakan layanan berdasarkan ide kreatif untuk memecahkan masalah di lingkungan sekolah. 

Webinar bertema “Layanan Bimbingan Konseling Kreatif Bagi Siswa” yang diselenggarakan Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Rumah Guru BK (RGBK) pada Sabtu 27 Agustus 2022 diikuti oleh anggota KGSB dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggi dari 32 Provinsi di Indonesia  serta Timor Leste.

Adapun sifat adaptif berguna untuk menyesuaikan terhadap berbagai perubahan kondisi sekolah. Dalam mempraktikan layanan BK Kreatif, Fikri memberi penekanan pada empat aspek penting yang harus diperhatkan Guru Bk yakni Feel, Do, Imagine, Share. Empat aspek penting dapat dimplementasikan ke tiga segmentasi layanan BK yakni layanan untuk semua siswa, layanan untuk sebagian siswa dan layanan untuk beberapa siswa.

“Sebelum memberikan layanan kreatif, seorang guru harus observasi dahulu untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan siswa. Guru juga harus uptodate terhadap trend kekinian yang relate dengan siswa mau dekat dan percaya sehingga terjalin engagement yang baik misalnya dengan gamifikasi.,” tuturnya.

Dalam kegiatan webinar ini turut disimulasikan bersama peserta guru yakni gamifikasi interaktif Misi Agen Penyelamat Keadilan kreasi dari Fikri Faturahman. Gamifikasi ini salah satu contoh tools yang digunakan untuk mengatasi masalah minat belajar siswa.

Tentang Satkaara Berbagi

Merupakan program inisiatif dari PT Cetta Satkaara sebagai perwujudan nilai Care and Respect yang dilahirkan dari keinginan tiap individu di Satkaara untuk saling berbagi dengan sesama.

Satkaara Berbagi diselenggarakan secara berkala setiap tahunnya mulai dari 2014 yang menyasar pada program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Pada 2021 Berbagi menginisiasi program bagi tenaga pendidik dengan dibentuknya Komunitas Satkaara Guru Satkaara Berbagi.

Tentang Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB)

Merupakan wadah beranggotakan guru setingkat Paud/TK, SD-SMA sederajat dari seluruh provinsi di Indonesia. KGSB diresmikan pada 18 Desember 2021 dan menjadi bagian dari program

Satkaara Berbagi yang salah satunya berfokus pada kontribusi di bidang pendidikan. Saat ini terdapat lebih dari 500 guru dari tingkat PAUD hingga SMA Sederajat, bahkan Perguruan Tinggi dari 32 provinsi di Indonesia serta Timor Leste. 

Program dari KGSB meliputi kegiatan pengembangan diri berupa seminar dan pelatihan bagi tenaga pendidik yang dilakukan regular setiap bulannya. KGSB mengusung filosofi berbagi yaitu dari dan untuk guru yang diharapkan mampu berdampak serta bernilai bagi dunia pendidikan yang lebih baik di masa depan. (SP/Silvia)***

RELATED NEWS