Komunitas Nangaroro Merauke Kompak Bangun Gereja dan Solidaritas
Redaksi - Rabu, 13 Mei 2026 21:31
Warga Komunitas Nangaroro Merauke menyumbang untuk pembangunan gereja Pombo. (sumber: (Felix de Falois Sando))MERAUKE (Floresku.com) – Semangat persaudaraan dan gotong royong terus dijaga Komunitas Kerukunan Keluarga Nangaroro di Merauke, Papua Selatan.
Selain aktif membangun kebersamaan antaranggota, komunitas ini juga menunjukkan komitmen kuat mendukung pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Pombo, Paroki Kristus Raja Riti.
Tokoh senior komunitas, Godefridus Mere, menjelaskan bahwa Stasi Pombo memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Gereja Katolik di Flores bagian tengah selatan.

Menurut catatan Gereja Katolik Indonesia, wilayah tersebut dahulu dikenal sebagai Stasi Tonggo yang telah berdiri sejak abad ke-17 dan menjadi pusat pelayanan umat pada masanya.
Saat ini, Stasi Pombo melayani sekitar 475 umat dari 128 kepala keluarga. Namun gereja lama yang selama ini digunakan akhirnya dibongkar pada Oktober 2023 karena kondisinya sudah rapuh dan tidak lagi aman digunakan untuk ibadah.
“Sekarang umat beribadah di gereja darurat yang sangat sederhana. Karena itu umat bersepakat membangun gereja baru,” ujar Godefridus.
Panitia pembangunan dibentuk pada awal 2024 dengan menunjuk Nasiansenus Meku sebagai ketua panitia. Setelah desain gereja selesai dan penggalangan dana dilakukan, pembangunan mendapat dukungan pemerintah serta izin dari Keuskupan Agung Ende.
Baca juga:
Peletakan batu pertama pembangunan gereja dilakukan pada 29 Agustus 2025 oleh Vikep Mbay, RD Asterius Lado. Gereja baru berukuran 14 x 24 meter itu diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp3 miliar. Umat berkomitmen menanggung Rp1,6 miliar, sementara sisanya diharapkan berasal dari bantuan para donatur.
Selain mendukung pembangunan gereja, Komunitas Nangaroro Merauke juga aktif dalam kegiatan sosial dan pelayanan umat.
Pada 8 Maret 2026, komunitas memberikan bantuan kepada seminaris Seminari Pastor Bonus Keuskupan Agung Merauke.
Komunitas juga ikut ambil bagian dalam persiapan HUT Perak Imamat RD Donatus Wea S. Turu bersama Kerukunan Keluarga Ine Ebu Merauke pada April 2026 lalu.
Kebersamaan komunitas semakin terasa lewat kegiatan rutin seperti arisan keluarga, koperasi, pelayanan sosial, hingga kegiatan muda-mudi dan anak-anak. Koperasi komunitas yang dikelola Susana Santy dinilai membantu anggota menghadapi kebutuhan mendesak.
Pada pertemuan bulanan 10 Mei 2026 di rumah keluarga Blasius Basa dan Fransiska Irwanty Se, komunitas juga menyepakati desain seragam resmi keluarga Nangaroro Merauke sebagai simbol persatuan dan identitas bersama di tanah rantau. (Felix de Falois Sando). ***

