Konflik Iran-AS-Israel Makin Membara

redaksi - Sabtu, 14 Maret 2026 20:15
Konflik Iran-AS-Israel Makin MembaraSuasana Teheran Sabtu (14/3) pagi. (sumber: iranintl.com)

TEHERAN (Floresku.com) – Konflik berskala luas antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel makin memanas sejak akhir pekan lalu. Beberapa kota besar di Iran dilaporkan menghadapi serangan militer berat, sementara pesawat dan drone terus memperluas jangkauan serangan ke negara tetangga di kawasan Teluk Arab.

Pada Jumat malam (13/3) waktu setempat, pasukan AS menyerang lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg, sebuah pusat penting bagi ekspor minyak Iran, menurut pernyataan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM). Serangan presisi ini menandai eskalasi terbesar dalam beberapa hari terakhir, menargetkan fasilitas militer yang dianggap strategis oleh Washington.

Baca juga:

Serangan-serangan Iran tak kalah serius. Drone dan rudal Tehran telah diluncurkan tidak hanya ke wilayah negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), tetapi juga menimbulkan alarm di negara-negara sekutu AS. Laporan terbaru menyebutkan serangan drone membuat operasi pelabuhan di Fujairah (UEA) sempat terhenti sementara.

Sementara itu, Israel mengatakan telah menyerang beberapa fasilitas di wilayah Iran, termasuk pusat riset luar angkasa dan pabrik sistem pertahanan udara, sebagai bagian dari operasi meluas melawan kekuatan militer Iran. Upaya ini memperluas dimensi konflik hingga ke jantung wilayah ibu kota Iran.

Ketegangan juga memengaruhi dinamika militer kawasan. Arab Saudi dilaporkan menembak jatuh beberapa drone Iran yang masuk ke wilayah udaranya, memperlihatkan bagaimana perang ini mengancam stabilitas lebih luas di Timur Tengah.

Konflik berdampak tak hanya pada militer: ancaman terhadap aliran minyak global meningkat karena Pulau Kharg merupakan pusat ekspor minyak utama Iran. Kerusakan pada infrastruktur ini diperkirakan dapat mengurangi pasokan dan memicu gejolak harga energi dunia.

Dengan jutaan orang di kawasan yang kini terpengaruh eskalasi, dunia terus mengamati apakah konflik ini akan mereda atau berubah menjadi konfrontasi yang lebih luas. (Leoni, sumber: ranintl.com). ***

RELATED NEWS