Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Gempur Teheran

redaksi - Senin, 09 Maret 2026 15:25
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Gempur TeheranMojtaba Khamenei, pemimpin baru Iran (sumber: wikipedia.org)

TEHERAN (Floresku.com)  - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran menyatakan dukungan kepada Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. 

Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Menurut laporan langsung media internasional Al Jazeera pada Senin (9/3), sejumlah pemimpin politik dan militer Iran telah menyatakan sumpah setia kepada Mojtaba Khamenei, menandai transisi kekuasaan penting di tengah situasi perang yang semakin intens.

Sementara itu, serangan udara terus berlanjut. Ledakan dilaporkan terjadi di kota suci Qom serta ibu kota Tehran setelah Israel menargetkan berbagai fasilitas strategis, termasuk instalasi minyak. Serangan tersebut memicu kepulan asap beracun yang menyelimuti sebagian wilayah Teheran.

Baca juga:

Konflik juga berdampak pada negara-negara kawasan Teluk. Otoritas di Abu Dhabi melaporkan dua orang terluka akibat puing-puing yang jatuh setelah sistem pertahanan udara negara itu mencegat proyektil yang masuk ke wilayahnya. Seorang warga Yordania mengalami luka ringan, sementara seorang warga Mesir dilaporkan mengalami luka sedang.

Di sisi lain, pemerintah Azerbaijan mengumumkan pembukaan kembali perbatasan darat dengan Iran untuk lalu lintas kargo. Perbatasan tersebut sebelumnya ditutup setelah dugaan serangan drone di wilayah eksklave Nakhchivan.

Perkembangan diplomatik juga terjadi setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara melalui telepon dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, menegaskan bahwa Iran tidak terlibat dalam insiden drone tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengaku merasa “dikhianati” oleh serangan Iran terhadap negara-negara Teluk. Meski demikian, Qatar menyatakan tetap membuka jalur komunikasi diplomatik untuk meredakan eskalasi konflik di kawasan. (Sandra). ***

RELATED NEWS