KSOP Labuan Bajo Perkuat Mitigasi Kecelakaan Kapal Wisata

redaksi - Rabu, 14 Januari 2026 11:43
KSOP Labuan Bajo Perkuat Mitigasi Kecelakaan Kapal WisataKepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto bersama para peserta membahas sejumlah faktor penyebab kecelakaan laut, Selasa (20/1). (sumber: Ist)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, KSOP Kelas III Labuan Bajo menggelar Rapat Evaluasi dan Mitigasi Kecelakaan Kapal bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta asosiasi pelayaran dan pariwisata, Selasa (13/1) kemarin.

Rapat ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk mengevaluasi berbagai potensi risiko kecelakaan kapal, khususnya pada operasional kapal wisata yang semakin padat di wilayah perairan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto bersama para peserta membahas sejumlah faktor penyebab kecelakaan laut, mulai dari kondisi cuaca ekstrem, kelayakan kapal, kompetensi awak, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. 

Baca juga:

Seluruh pihak sepakat bahwa penguatan sistem pengawasan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi kunci utama dalam menekan angka kecelakaan di laut.

Salah satu keputusan penting dalam rapat adalah penerapan kebijakan penundaan keberangkatan kapal wisata apabila terdapat peringatan gelombang tinggi dan cuaca buruk dari BMKG. Dalam kondisi tersebut, 

KSOP Kelas III Labuan Bajo akan menerbitkan Notice to Mariners (NTM) sebagai dasar resmi bagi operator kapal untuk menunda pelayaran hingga situasi dinyatakan aman.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah preventif yang strategis untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta melindungi keselamatan penumpang, awak kapal, dan aset pariwisata. 

Selain itu, NTM juga menjadi instrumen hukum yang memperkuat kewenangan KSOP dalam mengendalikan lalu lintas pelayaran di wilayahnya.

KSOP menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi dan operasional. Sinergi antara regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dinilai sangat penting untuk menciptakan budaya keselamatan di sektor transportasi laut.

Melalui koordinasi berkelanjutan dan kepatuhan terhadap informasi cuaca, diharapkan aktivitas angkutan laut dan wisata bahari di Labuan Bajo dapat berlangsung secara aman, tertib, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata kelas dunia. (Tari). ***

RELATED NEWS