Menag Pimpin Doa Pemakaman Try Sutrisno

redaksi - Senin, 02 Maret 2026 22:48
Menag Pimpin Doa Pemakaman Try SutrisnoWapres RI ke-6, Tri Sutrisno, wafat (sumber: Instagram)

JAKARTA (Floresku.com ) — Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno mengembuskan napas terakhirnya pada hari Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam upacara pemakaman militer Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (2/3) siang. 

Prosesi berlangsung khidmat sebagai penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal sebagai prajurit dan negarawan.

Menag Nasaruddin Umar Membacakan Doa dalam Pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Senin (2/3)

Upacara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih. Kehadiran para pemimpin negara menjadi simbol penghargaan atas jasa besar almarhum dalam perjalanan bangsa.

Dalam doa yang dipanjatkannya, Menag menyampaikan kesaksian atas kebaikan dan dedikasi almarhum semasa hidup. Ia memohon agar Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh pengabdian Try Sutrisno serta menempatkannya di sisi terbaik.

Baca juga:

“Ya Allah, pada hari mulia ini Engkau menjemput salah seorang putra terbaik kami. Terimalah segala pengabdiannya. Kami menjadi saksi bahwa almarhum adalah orang baik,” doa Menag dengan suara bergetar.

Nasaruddin juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Ia mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk melanjutkan cita-cita luhur yang telah dirintis almarhum, terutama dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prosesi pemakaman diakhiri dengan penghormatan militer dan tabur bunga oleh keluarga serta para pejabat negara. Dentuman salvo dan lagu kebangsaan mengiringi pelepasan jenazah ke peristirahatan terakhirnya.

Sosok Try Sutrisno dikenang sebagai pemimpin rendah hati, tegas, dan setia pada sumpah prajurit. Dedikasinya dalam menjaga stabilitas nasional serta kontribusinya dalam pemerintahan menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan Republik Indonesia

RELATED NEWS