Minggu Palma di Ritapiret: Awal Pekan Suci yang Menggugah Iman

redaksi - Senin, 30 Maret 2026 20:09
Minggu Palma di Ritapiret: Awal Pekan Suci yang Menggugah ImanSaat konsekrasi, RD. Lorens (tengah) sedang mengangkat hosti, diapiti oleh imam konselebran, Minggu (29/3) (sumber: Fr. Karjo Saputra)

RITAPIRET (Floresku.com) – Komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan St Petrus, Ritapiret menggelar perayaan Hari Raya Minggu Palma dengan penuh khidmat dan semangat iman, Minggu (29/3). 

Perayaan ini menjadi tanda dimulainya Pekan Suci, sekaligus mengenangkan peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem yang disambut dengan sorak-sorai umat.

Lebih dari sekadar perayaan liturgis tahunan, Minggu Palma di Ritapiret menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh umat untuk memperbarui komitmen iman serta meneguhkan kembali panggilan hidup sebagai pengikut Kristus. Nuansa sakral terasa sejak awal perayaan yang dihadiri para imam, frater, dan umat beriman.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh konselebran utama RD. Lorens Laja, didampingi RD. Cesar Reda dan RD. Albert Dedon. Rangkaian liturgi diawali di depan pendopo seminari, di mana umat berkumpul sambil memegang daun palma. Dari tempat ini, imam bersama umat memulai prosesi menuju Kapela Agung.

Baca juga:

Sepanjang arak-arakan, umat melambaikan daun palma sebagai simbol sukacita, menghidupkan kembali peristiwa ketika Yesus memasuki Yerusalem dan dielu-elukan sebagai Raja. Prosesi ini berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, menciptakan suasana religius yang menyentuh hati.

Para frater dan segenap umat berarak menuju kapela Agung Seminari Tinggi Ritapiret (Foto:Fr. Karjo Saputra)

Perayaan semakin semarak dengan iringan koor dari para frater tingkat IV. Dengan suara yang harmonis dan penuh penghayatan, mereka membawakan lagu-lagu liturgis yang mampu menghidupkan suasana misa. Nyanyian yang dilantunkan tidak hanya memperindah liturgi, tetapi juga membantu umat memasuki kedalaman misteri iman, khususnya perjalanan sengsara Kristus menuju salib.

Dalam homilinya, RD. Lorens Laja mengajak umat untuk tidak memandang Minggu Palma sebagai perayaan simbolis semata. Ia menekankan bahwa perayaan ini mengandung makna spiritual yang mendalam, terutama dalam mengantar umat memasuki Pekan Suci.

Menurutnya, Pekan Suci bukan hanya mengenang penderitaan Yesus, tetapi juga merupakan kesempatan bagi setiap orang beriman untuk terlibat secara personal dalam misteri keselamatan. Hal itu diwujudkan melalui pertobatan, pembaruan diri, serta kesediaan untuk mengikuti jalan salib Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

“Penderitaan Kristuslah yang menyempurnakan perjalanan hidup kita. Melalui penderitaan-Nya, kita dibebaskan dari dosa dan kelemahan kita,” ungkap RD. Lorens dalam khotbahnya.

Ia juga mengingatkan umat agar tidak membangun hidup di atas pengakuan atau penilaian orang lain. Menurutnya, hidup yang bergantung pada pengakuan manusia cenderung rapuh dan tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Kristus harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan. Nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan ketaatan yang diteladankan oleh Kristus harus menjadi pedoman hidup umat beriman di tengah berbagai tantangan zaman.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting, terutama di tengah realitas kehidupan modern yang sering kali menempatkan pengakuan sosial sebagai ukuran keberhasilan. RD. Lorens mengajak umat untuk kembali pada esensi iman yang sejati, yakni relasi yang mendalam dengan Kristus.

Perayaan Minggu Palma di Ritapiret pun menjadi ruang pembinaan iman yang konkret. Umat tidak hanya mengikuti rangkaian liturgi, tetapi juga diajak untuk sungguh-sungguh menghidupi makna iman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dimulainya Pekan Suci, umat diharapkan mampu menapaki perjalanan iman dengan lebih sadar dan penuh penghayatan. Minggu Palma menjadi titik awal yang mengarahkan umat pada permenungan akan sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus sebagai pusat iman Katolik.

Melalui perayaan ini, seluruh umat diingatkan bahwa iman bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ziarah hidup menuju keselamatan. Dengan menjadikan Kristus sebagai dasar kehidupan, umat diajak melangkah dengan harapan baru dan keteguhan iman dalam menghadapi setiap tantangan hidup.

Dengan demikian, Minggu Palma di Ritapiret tidak hanya menjadi perayaan pembuka Pekan Suci, tetapi juga momentum pembaruan iman yang mendalam bagi seluruh komunitas. (Fr. Karjo Saputra). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS