NASA Temukan 'Bumi Baru', Lebih Beku dari Mars
redaksi - Jumat, 30 Januari 2026 11:57
Ilustrasi: 'Bumi Baru' TOI-715 b (sumber: NASA -Madhyamam)WASHINGTON (Floresku.com) – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membuat dunia sains gempar setelah mengumumkan penemuan sebuah planet baru yang disebut memiliki karakter mirip Bumi, namun dengan kondisi suhu jauh lebih ekstrem dan lebih beku dibandingkan Mars.
Penemuan ini dilaporkan oleh sejumlah media asing berbasis sains, menyusul analisis data dari teleskop luar angkasa James Webb Space Telescope (JWST) dan misi pencarian eksoplanet milik NASA.
Planet tersebut berada di luar tata surya dan diklasifikasikan sebagai eksoplanet tipe terrestrial atau berbatu seperti Bumi.
Planet yang sementara diberi kode TOI-715 b ini terletak sekitar 137 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit bintang katai merah. Meski berada di zona layak huni (habitable zone), para ilmuwan menyebut suhu permukaannya sangat rendah dan diselimuti es tebal, bahkan lebih dingin dibandingkan suhu rata-rata Mars.
Baca juga:
- BMKG Bantah OMC Bom Waktu, Klaim Medsos Dinilai Sesat
- Cuaca Buruk, KSOP Tutup Wisata Komodo Hingga 1 Februari
- Bacaan Liturgis, Jumat, 30 Januari 2026
Menurut laporan NASA, TOI-715 b memiliki ukuran hampir sama dengan Bumi, namun menerima energi panas dari bintangnya jauh lebih sedikit. Akibatnya, planet ini diperkirakan mengalami kondisi iklim ekstrem, dengan lapisan es permanen dan atmosfer yang sangat tipis.
“Ini adalah salah satu planet mirip Bumi terdekat yang pernah ditemukan, tetapi lingkungannya kemungkinan tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal,” tulis NASA dalam laporan resminya yang dikutip media asing.
Meski begitu, para ilmuwan tetap menilai penemuan ini sangat penting untuk memahami evolusi planet dan potensi kehidupan di luar tata surya. TOI-715 b menjadi kandidat utama untuk penelitian lanjutan terkait atmosfer, kandungan air, serta komposisi kimia permukaannya.
NASA menegaskan, misi ini bukan bertujuan mencari “Bumi pengganti”, melainkan memperluas pengetahuan manusia tentang variasi planet di alam semesta. Penemuan planet beku ini sekaligus menegaskan bahwa planet seukuran Bumi tidak selalu berarti memiliki kondisi layak huni.
Penelitian lanjutan terhadap TOI-715 b dijadwalkan akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada kemungkinan keberadaan air dalam bentuk es serta struktur atmosfernya.
Bagi dunia sains, temuan ini membuka babak baru dalam pencarian kehidupan luar angkasa, sekaligus mengingatkan bahwa Bumi tetap menjadi satu-satunya planet dengan kondisi paling ideal bagi kehidupan manusia. (Sandra/Berbagai sumber). ***

