Paduan Suara SD Santa Theresia Depok Raih Piala Wali Kota 2026

Redaksi - Senin, 02 November 2026 18:11
Paduan Suara SD Santa Theresia Depok Raih Piala Wali Kota 2026SanTher Choir Team (sumber: Instagram)

DEPOK (Floresku.com) – Prestasi membanggakan ditorehkan paduan suara SD Santa Theresia Depok dalam ajang Pasanggiri Rampak Sekar 2026. 

Tim paduan suara sekolah tersebut berhasil merebut Piala Wali Kota Depok melalui penampilan lagu-lagu Sunda secara berkelompok.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu mengambil bagian dalam melestarikan kebudayaan daerah, termasuk seni olah vokal dan bahasa Sunda.

Pasanggiri Rampak Sekar 2026 mendapat sambutan antusias dari kalangan pendidikan. Ketua panitia, Cuandi, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini cukup tinggi.

Panitia mencatat sebanyak 20 sekolah tingkat SD, 18 sekolah tingkat SMP, dan lima sekolah tingkat SMA sederajat mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut.

Setelah melewati tahapan seleksi, sebanyak enam tim SD, enam tim SMP, dan lima tim SMA berhasil melaju ke babak final. Para finalis kemudian menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membawakan lagu-lagu Sunda.

Dalam kategori tingkat Sekolah Dasar (SD), SD Santa Theresia Depok melalui SanTher Choir Team berhasil meraih Juara I, disusul SDN Mekar Jaya 11 Depok sebagai Juara II dan SDN Sukatani 4 Tapos Depok sebagai Juara III. 

Keberhasilan SanTher Choir Team memboyong Piala Wali Kota Depok se-Jabodetabek ini tidak terlepas dari bimbingan guru pembimbing paduan suara, Abbe Huwa dan Peppy Wuda, serta dukungan penuh tim orang tua murid yang setia mendampingi anak-anak selama proses latihan hingga kompetisi.

Baca juga:

Ketua IBS Kota Depok, Usep Kusnadi, mengatakan bahwa Pasanggiri Rampak Sekar memiliki misi utama menjaga keberlangsungan bahasa Sunda sebagai warisan budaya masyarakat Jawa Barat.

Menurut Usep, pelestarian bahasa daerah harus terus dilakukan, termasuk di Kota Depok yang memiliki masyarakat heterogen dan berada di wilayah perbatasan dengan Jakarta.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah ingin melestarikan bahasa Sunda. Jawa Barat termasuk provinsi yang mengelola pelestarian bahasa Sunda dengan baik,” ungkap Usep.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono. Ia mengapresiasi IBS Kota Depok yang secara konsisten menghadirkan kegiatan edukatif untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan daerah.

Wahid menilai, Depok memiliki karakteristik tersendiri sebagai kota penyangga ibu kota dengan masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menjaga keberagaman budaya.

Baca juga:

Ia menegaskan bahwa generasi muda mempunyai peran penting dalam memastikan kesinambungan kebudayaan. Anak-anak merupakan penghubung antara warisan budaya masa lalu, kehidupan masa kini, dan masa depan.

Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dan aktivitas kreatif di lingkungan sekolah.

Prestasi SD Santa Theresia Depok dalam Pasanggiri Rampak Sekar 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang penting bagi tumbuhnya apresiasi terhadap seni dan budaya daerah.

Keberhasilan meraih Piala Wali Kota bukan sekadar pencapaian dalam kompetisi, melainkan juga kontribusi nyata generasi muda dalam merawat kekayaan budaya Nusantara. (Leoni). ***

‌‌
‌‌

RELATED NEWS