Paus Leo XIV Minta Konflik Timur Tengah Diakhiri
redaksi - Minggu, 15 Maret 2026 21:42
Kota Isfahan, Iran saat digempur pasukan israil-Amerika Serikat, Sabtu (14/3) sore. (sumber: AFP/vaticannews.va)KOTA VATIKAN (Floresku.com) - Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata segera dan pembukaan kembali jalur dialog di tengah konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Israel, dan United States.
Seruan tersebut disampaikan Paus pada Minggu (15/3) setelah doa Angelus, ketika ia berbicara kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
“Atas nama umat Kristiani di Timur Tengah dan semua perempuan serta laki-laki yang berkehendak baik, saya memohon: hentikan tembakan! Bukalah kembali jalan dialog,” kata Paus.
Ia menegaskan bahwa kekerasan tidak pernah membawa keadilan, stabilitas, ataupun perdamaian yang sangat dinantikan oleh masyarakat di kawasan tersebut.
Paus juga mengingatkan bahwa masyarakat di Timur Tengah telah menderita akibat kekerasan perang selama dua pekan terakhir. Ribuan orang tak berdosa dilaporkan tewas, sementara banyak keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan yang menghantam sekolah, rumah sakit, dan kawasan permukiman.
Baca juga:
- Kedubes Rusia Gelar Buka Puasa Bersama 4.000 Jemaah di Masjid Istiqlal
- Prabowo di Antara Netanyahu dan Trump, Penyejuk di Tengah Prahara
- Kita Dipanggil Menjadi Anak-Anak Terang
“Saya memperbarui kedekatan doa saya bagi semua orang yang kehilangan orang-orang tercinta dalam serangan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Paus mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi di Lebanon. Ia berharap dialog dapat dibuka kembali untuk membantu otoritas negara tersebut menemukan solusi jangka panjang bagi krisis yang sedang berlangsung demi kebaikan seluruh rakyat Lebanon.
Konflik yang melibatkan Iran dan Israel semakin meluas di kawasan. Di Lebanon selatan, serangan udara Israel dilaporkan menghantam sebuah pusat kesehatan pada Jumat lalu dan menewaskan sedikitnya 12 tenaga medis. Kepala World Health Organization mengecam serangan tersebut dan menyebut kematian tenaga kesehatan sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan lebih dari 800 orang telah tewas akibat serangan udara Israel sejak eskalasi konflik terjadi, sementara lebih dari 800.000 warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan wilayah yang diduga digunakan oleh kelompok Hezbollah untuk menyimpan senjata dan mengoordinasikan serangan. Kelompok itu diketahui menembakkan roket ke wilayah utara Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran setelah konflik dimulai.
Sementara itu di Iran, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas akibat serangan terhadap kawasan industri di provinsi Isfahan. Sejumlah otoritas dan organisasi kemanusiaan memperkirakan antara 1.230 hingga 1.300 warga sipil telah tewas sejak dimulainya kampanye militer Amerika Serikat dan Israel.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada hari pertama konflik, 28 Februari lalu, ketika sebuah rudal menghantam sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab. Media Iran melaporkan antara 168 hingga 180 orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.
Ketegangan regional juga terus meningkat. Kementerian Pertahanan Saudi Arabia menyatakan telah mencegat tujuh drone di wilayah Riyadh dan kawasan timur negara itu. Otoritas di Dubai dan Qatar juga melaporkan pencegatan serangan udara, sementara Kuwait menyebut serangan drone merusak sistem radar di bandara internasionalnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad bahkan mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk segera meninggalkan Iraq setelah sebuah rudal menghantam kompleks kedutaan pada Sabtu.
Di tengah situasi yang semakin genting ini, Paus kembali menegaskan bahwa dialog adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian yang sejati. Ia mengajak komunitas internasional untuk bekerja bersama menghentikan kekerasan dan membuka kembali jalan rekonsiliasi bagi masyarakat yang selama ini menjadi korban perang. (Sandra-Sumber:vaticannews.va). ***

