Paus Sambut Gencatan Senjata Timur Tengah, Serukan Dialog
Redaksi - Rabu, 08 April 2026 20:47
Asap dan puing-puing mengepul setelah sebuah bangunan dihantam serangan udara Israel di pinggiran kota Tyre, Lebanon, 8 April (sumber: (AFP atau Licensors))KOTA VATIKAN (Floresku.com) – Paus Leo XIV menyambut baik kesepakatan gencatan senjata sementara di kawasan Timur Tengah dan menyerukan pentingnya dialog berkelanjutan demi mengakhiri konflik.
Pada akhir Audiensi Umum di Lapangan Santo Petrus, Rabu (8/4), Paus menanggapi pengumuman gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati pada 7 April.
Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai “tanda harapan yang mendalam” di tengah eskalasi ketegangan beberapa pekan terakhir.
“Kita hanya dapat mengakhiri perang melalui kembalinya semua pihak ke meja perundingan,” tegas Paus di hadapan umat yang hadir.
Baca juga:
- Sarjan Husen Adukan Sejumlah Pihak ke Polda NTT
- Dari Warung Sederhana, Usaha Siti Julaeha Tumbuh Bersama BRI Group
- 9.500 Warga Terima Manfaat Cek Kesehatan Gratis BRI Peduli
Ia juga mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk mendukung proses diplomasi ini melalui doa, agar semangat dialog dapat menjadi jalan penyelesaian konflik, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.
Sebagai bagian dari upaya spiritual tersebut, Paus mengumumkan akan digelarnya Vigili Doa untuk Perdamaian pada 11 April di Basilika Santo Petrus. Ibadat ini akan dipimpin langsung oleh Paus dan terbuka bagi umat, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti dari rumah.
Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata ini melibatkan sejumlah pihak utama, termasuk Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Presiden Donald Trump dilaporkan menarik kembali ancaman terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Namun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa gencatan senjata ini tidak mencakup wilayah Lebanon, yang masih dilanda konflik dengan korban jiwa mencapai lebih dari 1.500 orang.
Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada secercah harapan, jalan menuju perdamaian yang menyeluruh masih memerlukan komitmen kuat dari semua pihak untuk terus berdialog dan menahan diri.
Menutup pesannya, Paus Leo XIV kembali mengingatkan bahwa perdamaian sejati hanya dapat terwujud melalui keberanian untuk berdialog dan membuka hati terhadap rekonsiliasi. (Sandra- Sumber:vaticannews.va). ***

