Peduli Foundation Kembangkan Usaha Peternakan Babi di Mataloko, Ngada

redaksi - Jumat, 06 Mei 2022 11:13
Peduli Foundation Kembangkan Usaha Peternakan Babi di Mataloko, NgadaKelompok kerja di Mataloko sedang membangun fondasi Kandang Babi yang dikembangkan bersama Peduli Foundation. (sumber: Potongan gambar video GS)

MATALOKO (Floresku.com) - Peduli Foundation sebuah Yayasan Sosial yang diinisasi dan dipimpin oleh Gusti Sarifin giat mengembangkan usaha peternakan babi di wilayah Flores, termasuk di wilayah Kabupaten Ngada.

Gusti Sarifin menerangkan bahwa usaha peternakan babi adalah salah bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menjadi salah satu misi utama Peduli Foundation sesuai dengan visinya mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Flores dan Nusa Tenggara Timur.

Gusti Sarifin, Pendiri dan Ketua 'Pembina Peduli Foundation ' (Foto: Dokpri)

“Video singkat terlampir menggambarkan kegiatan sebuah kelompok kerja di Mataloko, Ngada. Mereka sedang bergotong royong membangun fondasi kandang babi,” ungkap Gusti, putra Manggarai, alumnus Seminari St Johanes Berkmans, Todabelu, Mataloko kepada media ini, Jumat, 06 Mei 2022, siang.  

Gusti menambahkan,  Peduli Foundation bertekad untuk mengembangkan usaha peternakan babi di setiap kecamatan di Kabupaten Ngada.

“Targetnya, minimal ada 100 ekor induk babi di setiap kandang di setiap kecamatan,” ujar pria yang juga tengah mengembangkan usaha di bidang farmasi, dan telah memilik enam cabang Apotik Peduli, baik di Manggarai maupun di Semarang, Jawa Tengah itu,  dengan nada optimis.

Gurti menerangkan, syarat untuk membuka usaha peternakan dalam binaan Peduli Foundation adalah  pertama,  harus memiliki  lahan yang cukup luas  untuk menanam pakan babi sepeti ubi ubian dan jagung serta pisang.

Syarat kedua, lanjut Gusti,  hahan untuk kandang babi harus dekat debgab sumber air. “Ini supaya babi bisa dimandikan setiap hari dan kandang selalau bersih.” 

Selanjutnya, kata Gusti lagi, usaha peternakan babi akan dikelola secara profesiona dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. 

“Kotoran babi akan ditampung di satu tempat untuk pupuk dan juga untuk pengadaan bio gas,” pungkasnya. (PAM). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS