Pesan Inspiratif: Hati yang Terbuka dan Penuh Kasih

Redaksi - Selasa, 15 September 2026 10:24
Pesan Inspiratif: Hati yang Terbuka dan Penuh KasihPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Musim kemarau mulai tampak nyata. Panas semakin menyengat di siang hari. Angin keras membuat debu bertebaran di mana-mana. Sungguh sangat mengganggu kenyamanan bernapas dan bekerja.

Tetapi, kita mesti sabar, jaga diri dan terus bergiat. Tidak harus mengeluh berlebihan apalagi marah. Kita mesti percaya bahwa pada waktunya akan turun hujan.

Tuhan tidak pernah mencobai umatNya melebihi kemampuannya. Kasih setia Tuhan kekal selamanya. Uluran tangan akan tiba tepat pada waktunya.

Maria dari Nazaret menerima kepercayaan menjadi ibu Tuhan. Sebagai manusia mungkin ia bangga.

Tetapi,  ia mesti terbuka dan rela berkorban. Ia menanggung banyak beban dan penderitaan. Simeon berkata kepadanya,"Suatu pedang akan menembusi jiwamu sendiri", (Luk 2:35).

Sebagai ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan Puteranya sebetulnya ia tidak rela menyaksikan semua penghinaan, pengkhianatan dan penderitaan mengerikan itu.

Tetapi semuanya itu mesti terjadi dan dialami Maria. Ia mengikuti seluruh peristiwa hidup Yesus, suka dan duka, secara khusus saat-saat akhir hidupNya.  

Maria mesti mengikuti perjalanan salib Puteranya yang disertai dengan olokan, penghinaan dan pengkhianatan, yang berpuncak dengan penyaliban Yesus. Dia sendiri memikul salibNya.

Tetapi, Maria tetap teguh berdiri di kaki salib, melihat PuteraNya yang mati lemas, tak berdaya di atas salib penghinaan itu. Maria menunjukkan kasih seorang ibu yang tetap setia kepada Puteranya.

Maria menemani dan mendukung Yesus dalam seluruh perjalanan hidup dengan kedekatan dan kehadirannya. Maria tetap setia kepada Puteranya.

Yesus pun tidak rela membiarkan ibuNya merana dalam dukacita dan kesepian. Yesus mempercayakan ibuNya kepada murid kekasihNya, dan sebaliknya murid itu kepada ibuNya.

Yesus berkata, "Ibu, inilah anakmu", dan selanjutnya, " Inilah ibumu",(Yoh 19:26-27).

Yesus mau menyadarkan kita agar saling mendukung dalam segala peristiwa hidup, suka dan duka, sehat dan sakit, berhasil atau pun gagal.

Mungkin saat khusus di mana kita dituntut kerelaan untuk saling mendukung dan mendoakan adalah ketika mengalami situasi-situasi batas seperti gagal, sakit, lemah, sedih dan dukacita. Saat tua dan lemah, saat sendirian dan kesepian. Saat alami brncana.

Kita butuhkan dukungan kedekatan dan kehadiran fisik dan hati dari orang sekitar, keluarga, sahabat dan tetangga.

Akhirnya kita serahkan semuanya kepada Tuhan dalam doa dan penyerahan diri karena Tuhan pasti akan menyelesaikan persoalan kita dengan caraNya sendiri atau Cara Tuhan.

Kewapante, 15 September 2026. ***

RELATED NEWS