Pesan Inspiratif: Makna Mengasihi Allah
Redaksi - Minggu, 03 Mei 2026 22:53
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Orang merasa begitu dekat dengan seseorang dan sulit sekali melupakannya. Itu bisa disebut cinta. Tetapi, cinta atau kasih bukan sekedar ungkapan perasaan kedekatan dan keintiman dengan orang tertentu.
Perikop Injil Yoh 14:21-26 melukiskan tentang makna cinta yang sebenarnya dan sejati. Bagi Yesus mengasihi Allah berarti mendengarkan perintah-perintah Allah, mentaati dan melaksanakannya dalam hidup sehati-hari.
Yesus berkata,"Barang siapa yang memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barang siapa mengasihi Aku, dia akan dikasihi oleh BapaKu", (Yoh 14:21).
Ini berarti mengasihi atau mencintai Allah bukanlah sekedar kata-kata atau pernyataan, "Saya mencintai Allah". Atau " Saya merasa dekat dengan Allah".
Seseorang mengasihi Allah berarti ia datang kepada Allah dan bersatu denganNya. Ia tinggal di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dia. Ia taat pada perintah-perintah Allah dan melakukannya dengan setia.
Kita adalah pengikut Yesus karena kita mengimani dan mengasihi Yesus. Kalau kita mengimani Yesus dan mengasihiNya berarti kita tidak boleh melanggar perintah-perintahNya.
Sebaliknya, kita juga mesti mentaati perintah-perintah Allah dan melaksanakannya. Ini menjadi bukti kasih yang sejati kepada Allah.
Hal yang sama mesti kita lakukannya terhadap sesama. Ketika kita sungguh mencintai orang tua, suami atau istri, atau anak atau seorang pemimpin atau sahabat, maka kita mesti berusaha mendengarkan perintah atau apa yang dikatakannya dan melaksanakannya.
Kita mendengarkan dan melaksanakan apa yang mereka inginkan bukan sebagai kewajiban atau supaya tidak menyakiti perasaannya. Tetapi, terutama karena kita sungguh mengasihinya.
Orang yang sungguh mengasuhi Allah tidak pernah melanggar perintah-perintahNya. Demikian pun, orang sungguh mengasihi seseorang, ia tidak pernah mau menyakiti hatinya.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita sehingga menjadi pencinta Allah dan sesama secara tulus.
Kewapante, 04 Mei 2026. ***

