Pesan Inspiratif:Puasa yang Benar
redaksi - Jumat, 20 Februari 2026 09:37
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat berpegang teguh pada aturan-aturan Hukum Taurat dan praktek hidup beragama. Dan mereka tuntut agar setiap orang Yahudi wajib mentaati aturan Taurat.
Ketika ada orang Yahudi yang tidak laksanakan aturan Taurat. dan praktek hidup beragama maka mereka lihatnya sebagai skandal.
Itulah sebabnya dalam. perikop Injil Mat 9 :14-15 murid-murid Yohanes yang umumnya adalah orang Yahudi mempersoalkan murid-murid Yesus yang tidak berpuasa.
Yesus menjawab pertanyaan mereka secara tidak langsung dengan menjelaskan tentang arti puasa dalam hidup orang beriman.
Bagi Yesus puasa itu penting. Tetapi, yang paling penting bukanlah praktek puasa, melainkan motivasi dan maknanya.
Puasa mesti menggerakkan hati dan berguna untuk semakin mendekatkan kita dengan Allah dan sesama.
Maka puasa yang benar hendaknya memotivasi kita untuk mengendalikan diri dari hal-hal yang menjauhkan kita dari Allah dan menutup jalan kepada orang-orang di sekitar kita.
Puasa tidak berarti kita tidak makan ini dan itu, atau tidak minum ini dan itu. Atau kita tidak boleh kerja atau kita tidak boleh buat ini atau itu.
Puasa yang benar mesti dilaksanakan dengan bebas dan sukarela. Tidak ada paksaan dan tidak boleh disertai dengan ancaman hukuman dan sanksi tertentu apabila tidak dilaksanakan.
Tuhan mengundang kita untuk menjalankan praktek hidup beragama dan perintah-perintah Allah dengan sadar dan penuh iman.
Kita melaksanakan perintah-perintah Allah bukan karena takut dihukum jika melanggarnya, atau sebagai jaminan untuk memperoleh hidup kekal pada akhir zaman.
Tetapi, kita mentaati perintah Allah dan melaksanakan praktek hidup beragama terutama karena cinta kepada Allah dan peduli terhadap sesama,khususnya mereka yang berkekurangan.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 20 Februari 2026. ***

