Pesan Inspiratif:Tanah yang Menghasilkan Buah

Redaksi - Jumat, 24 Juli 2026 08:58
Pesan Inspiratif:Tanah yang Menghasilkan BuahPater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)

Oleh Pater Gregor Nule SVD

Mari kita merenungkan dan  memaknai perikop Injil Mat 13:18-23 tentang arti perumpamaan penabur.

Yesus menaburkan benih Sabda atau firman kerajaan Allah kepada semua orang, atau siapa saja. Tipe tanah yang menerima taburan benih Sabda itu berbeda-beda.

Tipe tanah di pinggir jalan adalah hati yang tertutup,  bebal dan keras. Ia tidak paham sehingga benih itu tidak sempat tumbuh dan  segera dirampas si jahat.

Tipe tanah berbatu-batu adalah tipe orang yang menerima benih Sabda dengan penuh sukacita.  

Tetapi, karena hatinya disibukkan dengan urusan lain maka benih tidak bertahan karena tidak berakar dalam, akibatnya  tidak tahan terhadap penganiayaan dan kecemasan lian. Ia mudah  murtad dan hilang semuanya.

Tipe tanah semak belukar menampilkan hati orang yang dikuasai kesibukan dan ambisi untuk mendapatkan kekayaan, kekuasaan dan kepentingan dunia lainnya. Benih itu bertumbuh tetapi tidak berbuah sedikit pun karena dihimpit oleh banyak kesibukan dunia.

Tipe tanah yang subur adalah hati orang terbuka, baik dan siap untuk menerima taburan firman, menumbuhkannya sehingga menghasilkan buah.

Tipe hati manusia pertama, kedua dan ketiga menerima taburan Firman tetapi sia-sia, tidak menghasilkan buah semata-mata karena kelemahan dan kekhilafan manusia sendiri.

Sebab benih Sabda Allah yang ditaburkan itu baik dan  siap bertumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan. Hasil yang tidak sama mesti diterima sebagai kenyataan yang lumrah.

Kita dipanggil untuk membangun hati yang baik, terbuka dan berkomitmen menumbuhkan benih Sabda sehingga menghasilkan buah. Tuhan menaburkan dan kita punya tanggung jawab untuk mengembangkannya sehingga berbuah limpah.

Mungkin ada orang yang berambisi menghasilkan buah seratus kali ganda. Itu membanggakan.

Tetapi, yang paling utama adalah mempersiapkan tanah hati yang baik, bersih, dan terbuka untuk menerima taburan Firman Allah.

Langkah berikut adalah berkomitmen untuk memelihara benih itu agar bertumbuh subur sehingga menghasilkan buah.  

Karena itu, komitmen kita adalah melindungi hati kita terhadap serangan setan dan godaan roh jahat dengan senjata iman dan doa. Kita berserah dan bergantung penuh pada Allah dan anugerahNya.


Maka  hati kita mesti bebas dari kesombongan, keserakahan dan ambisi untuk mengutamakan diri dan hal-hal lain. Allah dan kehendakNya mesti menjadi tujuan utama hidup dan pencarian kita.

Hanya dengan demikian kita akan menghasilkan buah.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, 24 Juli 2026

Tags PenaburSabdaAllahBagikan

RELATED NEWS