Pesan Inspiratif: Yesus Selalu Berjalan Bersama Kita
Redaksi - Rabu, 08 April 2026 07:50
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh: Gregor Nule, SVD
Ketika mengalami masalah berat hati kita menjadi galau, pikiran kacau-balau dan pandangan ke depan sepertinya tertutup.
Reaksi orang bisa beraneka ragam. Ada orang yang putuskan untuk menyendiri dan menutup diri. Ada yang melarikan diri dari kenyataan.
Tetqpi, ada yang berusaha mencari jalan keluar sambil membuka diri terhadap masukan, nasehat dan terutama berserah kepada perlindungan Tuhan.
Perikop Injil Luk 24:13-35 melukiskan tentang pengalaman putus asa dua orang murid Yesus yang berjalan ke Emaus.
Hati mereka menjadi kelam dan muka menjadi muram. Mereka tinggalkan Yerusalem mungkin untuk melupakan pengalaman pahit saat-saat terakhir bersama Yesus, sang Guru mereka.
Tetapi, mereka lebih kecewa lagi karena harapan dan cita-cita yang ditawarkan Yesus tidak kesampaian yakni pembebasan bangsa Israel. Bagi mereka kematian Yesus menjadi akhir dari segalanya. Yesus gagal total dan para pengikutNya bernasib sial.
Tetapi, Yesus tampil dan berjalan bersama mereka. Yesus terlibat aktif dan masuk dalam masalah mereka. Yesus mengingatkan mereka akan sejarah keselamatan umat Israel, terutama tentang hidup dan karya Mesias menurut nubuat para nabi.
Yesus pelan-pelan membuka pikiran, hati dan mata mereka terhadap misteri yang mereka hadapi. Yesus sadarkan mereka bahwa cita-cita dan rencana keselamatan umat manusia, khususnya, bangsa Israel, tidak gagal dengan kematian sang Guru.
Puncak penyataan Yesus terjadi ketika mereka tiba di Emaus, tempat tujuan perjalanan. Mereka mengundang Yesus dengan agak mendesak untuk bermalam bersama.
Mereka berkata,"Tinggallah bersama-sama dengan kami sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam", (Luk 24:29).
Yesus mengiyakan. Mereka masuk dan tinggal bersama. Tetapi, saat makan malam Yesus berubah peran dari tamu menjadi tuan rumah.
Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecahkan roti itu lalu memberikannya kepada mereka. Dan, ketika itulah mata hati mereka terbuka dan mereka mulai mengenal Dia.
Suasana hati para murid berubah total. Dari galau dan gelap gulita menjadi cerah, penuh sukacita dan harapan.
Yesus tidak pernah membiarkan berjalan sendirian, apalagi ketika kita hadapi dan alami masalah pelik. Yesus membuka hati dan pikiran kita dengan rahmatNya.
Kita mesti percaya kepadaNya dan terus mengundangNya untuk tinggal bersama kita. Kita membiarkan Tuhan terlibat di dalam hidup dan karya kita.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 08 April 2026

