Pesan Inspiratif: Yesus Utus Para Rasul dengan Kuasa dan DayaNya (Luk 9:1-6).
Redaksi - Rabu, 23 September 2026 07:56
Pater Gregor Nule SVD (sumber: Dokpri)Oleh Gregor Nule, SVD
Yesus memilih keduabelas rasul untuk menemaniNya dan mengutus mereka melanjutkan misiNya. Yesus mengutus mereka untuk mewartakan Injil kerajaan Allah.
Untuk itu Yesus memberikan mereka daya dan kuasa untuk mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit-penyakit.
Yesus juga melarang mereka membawa apa-apa dalam perjalanan seperti tongkat, kantong perbekalan, roti, uang atau dua helai baju.
Tujuannya adalah pertama, agar para rasul fokus pada misi perutusan yakni mewartakan Injil kerajaan Allah, mengusir setan-setan serta memperhatikan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka tidak boleh repot dan alihkan perhatian pada hal-hal lain.
Kedua, Yesus ingin menyadarkan mereka tentang hal yang paling penting dalam perutusan yakni mengandalkan Tuhan dan kuasaNya untuk mewartakan Kerajaan Allah.
Sebab mewartakan kerajaan Allah adalah perkara ilahi dan pekerjaan Allah. Manusia diminta keterlibatan dan uluran tangan. Maka manusia mesti lebih andalkan daya dan kuasa Allah daripada kekuatan dan kemampuan diri.
Ketiga, mesti sadar akan Allah yang senantiasa peduli terhadap nasib para utusanNya. Tangan Allah selalu menyertai dan melindungi. Yesus minta agar mereka tinggal menetap di rumah di mana mereka diterima. Makan dan minum apa yang ditawarkan. Janngan pindah-pindah rumah.
Itu berarti segala kebutuhan mereka pasti dijamin dan dipenuhi oleh tuan rumah itu. Mereka tidak akan berkekurangan apa pun apabila fokus melaksanakan kehendak Tuhan dengan setia dan baik.
Kita juga diutus hari ini untuk terus mewartakan Injil, menghadirkan kerajaan Allah serta menyembuhkan penyakit dan kelemahan.
Karena itu, kita mesti yakin bahwa Tuhan juga memberikan daya dan kuasaNya melalui sakramen-sakramen Gereja dan kehadiranNya di dalam segala periatiwa hidup.
Kita pasti berhasil dan tidak berkekurangan apa pun ketika kita fokus pada kehendak Allah dan tetap andalkan Tuhan dalam misi perutusan kita sehari-hari di mana pun.
Kita hanyalah alat dan hamba di dalam urusan perkara-perkara Tuhan. Kita pasti berhasil jika kita selalu terbuka membiarkan Allah berkarya di dalam dan melalui kita.
Semoga Tuhan memberkati dan menyelenggarakan seluruh hidup dan karya kita sehari-hari. Amen.
Kewapante, 23 September 2026. ***

