Pesan Inspitlratif: Setia Pada Janji Menjamin Kebahagiaan Hidup
redaksi - Jumat, 28 Februari 2025 11:00

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
KEHADIRAN dan pengajaran Yesus menarik perhatian begitu banyak orang. Ke mana saja Yesus pergi dan di mana saja Yesus berada, ada begitu banyak orang mengikuti dan mengerumuni-Nya.
Banyak orang datang kepada Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya dan menjadi murid. Tetapi, ada juga yang datang hanya untuk mempersoalkan pengajaran Yesus.
Perikop Injil Mrk 10:1-12 melukiskan tentang niat orang-orang Farisi untuk mencobai Yesus. Mereka bertanya tentang boleh-tidaknya seorang laki-laki menceraikan isterinya.
Sebab menurut mereka Musa telah memberikan izin untuk menceraikan isteri dengan sepucuk surat cerai.
Tetapi, Yesus menolaknya dan berkata bahwa semua itu terjadi karena ketegaran hati mereka. Sebetulnya Musa tidak pernah akan memberikan surat cerai jika mereka baik hati, selalu setia dan taat.
Sebab menurut Yesus keutuhan ikatan kesatuan suami-isteri terjadi sesuai dengan kehendak Allah saat menciptakan manusia.
Yesus berkata,"Sebab pada awal mula Allah menjadikan mereka pria dan wanita, karena itu pria meninggalkan ibu bapaknya dan bersatu dengan isterinya. Keduanya menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang dipersatukan tidak boleh diceraikan manusia", (Mrk 10:6-9).
Allah menuntut kesetiaan pada janji perkawinan. Dan, Allah tidak pernah menghendaki perceraian dalam bentuk apa pun.
Karena itu, sebagai pengikut Yesus kita mesti berusaha memahami ajaran Yesus dan menghayatinya. Sebab kesetiaan pada ikatan dan janji nikah akan menjamin kebahagiaan hidup suami-isteri dan keluarga.
Selain, dalam cara hidup apa pun setiap orang kristen diminta untuk setia pada janji dan komitmen.
Sebab kesetiaan dan ketaatan melaksanakan komitmen hidup menjamin kepastian, kesungguhan dan ketenangan dalam hidup sehari-hari.
Orang merasa bahwa cara atau pilihan hidup bersifat sementara dan sesewaktu bisa diubah atau diganti maka ia dia agak sulit untuk serius dalam hidup.
Semoga Tuhan memberkati semua pasangan hidup agar setia dalam hidup perkawinan. Dan semoga berkat yang sama turun atas kita sekalian. Amen.
Kewapante, 28 Februari 2025