Realisasi PAD Ende Per Juli Relatif Rendah, Hanya Rp14,3 Miliar

Redaksi - Sabtu, 18 Juli 2026 11:05
Realisasi PAD Ende Per Juli Relatif Rendah,  Hanya Rp14,3 MiliarPasar Mbongawani, Ende (sumber: Instagram.com)

ENDE (Floresku.com)  – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Ende hingga Juli 2026 masih relatif rendah. 

Dari target PAD sebesar Rp126,03 miliar yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, realisasi yang berhasil dikumpulkan baru mencapai Rp14,30 miliar atau 11,35 persen.

Meski demikian, target PAD tahun 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data APBD 2026, target PAD Kabupaten Ende naik 39,71 persen dibandingkan target pada APBD 2025.

Realisasi PAD hingga pertengahan tahun tersebut berasal dari empat kelompok penerimaan daerah. Kontributor terbesar adalah Pajak Daerah dengan realisasi sebesar Rp7,05 miliar.

Selanjutnya, penerimaan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan mencapai Rp3,78 miliar, disusul Retribusi Daerah sebesar Rp1,80 miliar, serta Lain-Lain PAD yang Sah senilai Rp1,67 miliar.

Baca juga:

Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat kemandirian fiskal pemerintah daerah. Semakin besar kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah, semakin tinggi pula kemampuan pemerintah membiayai program pembangunan dan pelayanan publik tanpa bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Dengan realisasi yang baru mencapai 11,35 persen hingga Juli, Pemerintah Kabupaten Ende masih memiliki tantangan untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan pada sisa tahun anggaran 2026. Optimalisasi penerimaan pajak daerah, retribusi, serta pengelolaan aset daerah diharapkan menjadi fokus agar target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Peningkatan PAD juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Ende. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan inovasi dalam menggali potensi pendapatan tanpa membebani masyarakat dan dunia usaha secara berlebihan. (BS). ***

RELATED NEWS