SENDAL SERIBU, Sabtu, 03 Desember 2022, Minggu I Adven: PMI: Pergi Mewartakan Injil

redaksi - Sabtu, 03 Desember 2022 13:47
SENDAL SERIBU, Sabtu, 03 Desember 2022, Minggu I Adven: PMI: Pergi Mewartakan InjilRD Ryano Tagung (sumber: Dokpri)

APA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU: Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

SABTU, 3 DESEMBER 2022
PESTA ST. FRANSISKUS XAVERIUS, 1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20 
[Thn. V-SS/333/12/2022]
Reverendus Dominus {RD}, Riano Tagung

Hari Sabtu pertama dalam bulan: SABTU IMAM.
Kita Konsekrasikan kepada HATI TERSUCI SANTA PERAWAN MARIA, para Imam, agar mampu bertahan dan semakin setia di tengah godaan dan tantangan dunia yang semakin memikat.

Marilah kita berdoa:  YESUS SUMBER KEBAHAGIAAN SEJATI. Penuhilah hati hambaMu dengan sukacitaMu agar aku selalu bersyukur atas panggilan hidupku saat ini. Beri aku HATIMU yang BERBELAS KASIH, agar dapat mengasihi dan melayaniMu dalam diri sesamaku dengan hati dan cinta yang tulus, kini dan sepanjang segala masa,  Amin.

Mrk. 16:15-20 

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 

Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

PMI: PERGI MEWARTAKAN INJIL
Tidak ada gunanya kita menyibukkan diri dengan berbagai hal lahiriah yang kadang menyusahkan kita jika kita tidak memiliki semangat CINTA untuk merasul

SAHABAT SENDAL SERIBU YANG TERKASIH DALAM KRISTUS
Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santo Fransiskus Xaverius. Fransiskus Xaverius adalah seorang sahabat bagi semua orang. 

Ia sangat energik dan menarik, rendah hati dan penuh pengabdian. Sebagai seorang pendekar karya misi, ia mendirikan pusat-pusat katekumenat dan sekolah-sekolah, dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa daerah.

Kehidupan Santo Fransiskus Xaverius adalah buah nyata dari bacaan suci pada hari ini. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil” dan tugas perutusan Yesus sesaat Yesus naik kesurga : memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” 

Tugas ini sungguh dihayati dan diamalkan dalam seluruh hidupnya Santo Fransiskus Xaverius.

Tugas yang sama juga berlaku bagi kita saat ini. kita diutus untuk menjadi pelayan dan pewarta Sabda Tuhan. Kita harus pergi berbagi sukacita Injil kepada semua orang tanpa kecuali. 

Agar dapat pergi mewartakan Injil, kita harus terlebih  dahulu membekali diri dengan Sabda ALLAH. Kita harus mengakrabkan diri dengan Kitab Suci.  Jika tidak maka segala tugas perutusan kita akan terasa hampa dan kosong.

Hari ini, saat ini juga, kita dipanggil untuk pergi ke dalam keluarga kita, ke dalam komunitas kita, ke dalam lingkungan kerja untuk mewartakan Injil yang hidup itu lewat kesaksian hidup kita masing-masing. 

Kita tidak perlu bercita-cita untuk pergi mengadakan misi keluar negeri atau ke tempat yang jauh dari keberadaan kita saat ini. Keluarga, komunitas dan lingkungan kerja kita saat ini adalah “penjuru dunia” yang mesti kita injili dengan pewartaan kita, dengan kesaksian hidup kita. 

Selain itu, tetapi terlebih dahulu, kita harus melakukan misi ke dalam diri sendiri. Artinya, kita harus bisa keluar dari ruang gelap dalam diri kita yang membuat kita takut, cemas, tidak yakin, ragu akan kemampuan dan bakat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Kita harus membebaskan diri dari segala kecenderungan dan ikatan duniawi yang membelenggu diri kita. KITA HARUS DIINJILI terlebih dahulu dengan INJIL baru setelah itu kita bisa pergi bermisi, memberikan kesaksian kepada semua orang, di mana saja kita berada dan kapan saja, baik atau tidak baiknya waktu.

Marilah Kita berdoa:Ya Tuhan aku percaya Engkau dapat membuka mata hatiku. Bukalah mata hatiku agar dapat melihat kasih dan kebaikanMu dalam diriku dan dalam diri sesama yang hadir di jalan hidupku,  kini dan sepanjang segala masa,  Amin
Dio Vi Benedica. ***

RELATED NEWS