Tangisan Anggota Keluarga Pecah Saat Jenazah Korban Penembakan KKB Tiba di Ajang, Manggarai

redaksi - Selasa, 19 Juli 2022 08:21
Tangisan Anggota Keluarga Pecah Saat Jenazah Korban Penembakan KKB Tiba di Ajang, ManggaraiAnggota keluarga dan kaum kerabat menyambut kedatangan Yohanes Rungkas, korban penembakan KKB Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua Sabtu (16/7), di Kampung Ajang, Manggarai, Senin, 18 Juli 2022, malam. (sumber: Jivansi)

RUTENG (Floresku.com) - Tangisan anggota keluarga seketika pecah saat jenazah Yohanes Rungkas (26) tiba di Kampung Ajang, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, pada Senin 18 Juli 2022 malam.

Yohanes Rungkas (26) sendiri aalah salah satu korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terjadi pada Sabtu. 16 Juli 2022 lalu di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.

Pantauan media ini terlihat, tangisan histeris dari anggota keluarga tampak tidak terbendung saat jenazah korban penembakan KKB tersebut tiba di Kampung Ajang pada pukul 7. 39 Wita, usai dijemput dengan menggunakan mobil ambulans milik Pemda Manggarai dari Bandara Udara Komodo Labuan Bajo.

Salah satu kakak korban, Yosep Kawe (46) yang berhasil diwawancarai oleh sejumlah wartawan menjelaskan, dirinya pernah menyuruh Yohanes untuk pulang ke Manggarai. Namun, Yohanes menolaknya.

"Waktu itu saya bilang, adik, kita pulang. Saya rindu sekali makanya saya suruh dia pulang. Saya bilang, adik jangan pikir uang. Saya siap tanggung uang tiket sampai di Manggarai. Namun dia bilang, kakak duluan. Saya lagi satu bulan kerja di sini. Karenanya, saya dan adik yang lain pulang duluan ," kenang Yosep dengan mata berkaca-kaca.

"Kami sudah berada di sini sekitar satu bulan. Kabar tiga hari belakangan ini membuat kami sangat kaget bahwa adik saya kena tembak di Kabupaten Nduga," sambungnya.

 Yosep Kawe juga menjelaskan bahwa sebelum bekerja di Kabupaten Nduga, almarhum Yohanes bekerja di Timika.

"Baru sembilan bulan bekerja di Kabupaten Nduga. Sebelumnya, almarhum bekerja di Timika sekitar enam tahun lebih. Jadi, almarhum ini lama bekerja di Timika," ungkap Josep.

Lebih jauh, saat ditanyai apakah ada firasat dari pihak keluarga sebelum mendengar kabar duka tersebut, Yosep mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak memiliki firasat apapun.

"Tidak ada firasat," tukasnya.

Meski demikian, Yosep mengungkapkan bahwa sebelum mendengar kabar duka tersebut, Yohanes Rungkas pernah menelpon ibunya dan meceritakan kejadian yang melukai bagian kakinya.

"Malamnya, almarhum telepon dengan mamanya dan menceritakan kejadian yang dialaminya bahwa dia mengalami luka di bagian kakinya. Lalu, mama bilang kau turun sudah. Namun, dia (Yohanes, red) tidak mau," ungkap Yosep.

"Almarhum kena tembak saat kerja. Saat di jalan pergi antar barang dari bandara," sambungnya.

"Dua minggu sebelum kejadian ini, Yohanes sudah pernah kirim uang senilai 2 juta rupiah untuk mamanya," ungkap Yosep pula.

Mengakhiri pembicaraannya, Yosep menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang sudah ambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah Yohanes Rungkas.

"Mewakili pihak keluarga, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang sudah ambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah dari adik Yohanes ini hingga tiba di rumah," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun media ini dari Yosep Kawe diketahui bahwa, Yohanes Rungkas merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. (Jivansi). ***

RELATED NEWS