Terkait Kertas Berdarah, Orang Tua Siswa Klarifikasi ke Polisi Sikka
redaksi - Minggu, 05 April 2026 09:50
Polisi di TKP, sekolah dengan kertas berdarah di sebuah kursi hijau. (sumber: Silvia)MAUMERE (Floresku.com) - Kasus misterius yang dikenal sebagai “kertas berdarah di kursi hijau” akhirnya dibawa ke ranah kepolisian. Pada hari ini, orang tua seorang siswi bersama sejumlah guru mendatangi Polres Sikka untuk memberikan klarifikasi atas tekanan dan sorotan masyarakat.
Pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan respons atas permintaan publik yang menginginkan kejelasan kasus tersebut. “Kedatangan orang tua dan siswi hari ini untuk menjawab permintaan masyarakat,” ujar petugas SPKT.
Penjelasan Pihak Sekolah dan Keluarga
Guru-guru turut hadir dalam pemeriksaan guna meluruskan informasi yang berkembang, sekaligus menghindari kesalahpahaman karena peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah.
Baca juga:
Sejak awal, orang tua dan siswi menyampaikan bahwa luka dan pendarahan yang dialami bukan akibat tindak kekerasan, melainkan karena terjatuh. Disebutkan pula bahwa masih terdapat bekas lecet di area paha yang menguatkan keterangan tersebut.
Terkait dugaan lain, termasuk isu pelecehan, pihak kepolisian menegaskan belum ada bukti kuat. Pernyataan dokter yang sempat beredar disebut masih bersifat lisan dan belum dituangkan dalam surat keterangan resmi. “Kalau korban mengaku jatuh, maka tidak bisa dipaksakan menjadi dugaan lain,” jelas pihak SPKT.
Orang tua siswi juga menegaskan keyakinannya terhadap kejujuran anaknya. Mereka menyebut anak tersebut dikenal tidak terbiasa berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal itu, pengaduan yang sempat muncul dinyatakan ditolak.
Perbedaan Keterangan dan Sorotan Publik
Namun demikian, kasus ini masih menyisakan tanda tanya. Keterangan siswi terkait lokasi kejadian disebut berubah-ubah, mulai dari jalan turunan menuju gerbang sekolah, kamar mandi, hingga pojok sekolah di samping kios.
Penjaga sekolah turut memberikan pandangan. Ia menilai bahwa jika benar terjadi jatuh di area pojok dekat kios, seharusnya terdapat lebih banyak luka di bagian tubuh lain, mengingat kondisi jalan yang cukup kasar. Selain itu, kejadian tersebut diperkirakan akan menarik perhatian siswa lain karena terjadi saat jam masuk sekolah.
Dinas Pendidikan Turun Tangan
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka melalui Kepala Dinas, Patris Pederiko, menyatakan telah meminta tim dari bidang SD untuk turun langsung melakukan pengecekan di lapangan.
Kasus ini masih menjadi perhatian publik, sembari menunggu hasil klarifikasi lanjutan dari pihak terkait. (Silvia). ***

