Trump Dievakuasi Usai Insiden Tembakan, Sempat Berkelakar di Hadapan Wartawan
Redaksi - Minggu, 26 April 2026 14:13
Presiden Trum sesaat sebelum insiden penemabkan, Sabtu (25/4) malam (sumber: CNN)WASHINGTON (Floresku.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat berkelakar di hadapan wartawan setelah dirinya dievakuasi akibat insiden tembakan yang terjadi dalam acara makan malam tahunan koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4) atau Minggu pagi WIB.
Aparat keamanan segera mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi Presiden demi memastikan keselamatannya.
Meski situasi sempat menegangkan, Trump justru mencairkan suasana dengan pernyataan bernada humor ketika kembali berbicara di hadapan awak media. Ia mengaku telah menyiapkan pidato yang cukup tajam untuk disampaikan dalam acara tersebut.
“Saya benar-benar sudah siap untuk menyampaikan pidato dengan sangat keras,” ujar Trump.
Ia kemudian menambahkan bahwa pidato tersebut mungkin tidak pantas disampaikan dalam situasi saat itu.
Baca juga:
- NTT Kirim 6 Atlet ke Kejurnas Taekwondo, Neymar Sumbang Perunggu
- Bank Saqu Soroti Perempuan Kreatif dan Literasi Finansial
- Hilarius Moa: Guru, Mentor dan Penjaga Nilai, Berpulang
“Saya bilang kepada tim saya, itu akan menjadi pidato yang paling tidak pantas jika saya menyampaikannya malam ini, jadi saya harus menyimpannya,” lanjutnya, yang langsung disambut tawa para wartawan.
Belum ada keterangan resmi yang lebih rinci terkait sumber tembakan maupun motif di balik insiden tersebut. Namun, pihak keamanan dilaporkan langsung meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi kejadian, dengan sejumlah kendaraan polisi berjajar di area Gedung Putih pasca insiden.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden keamanan yang melibatkan tokoh penting dunia, meski dalam kasus ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka serius. Kehadiran Trump kembali di hadapan publik usai evakuasi menunjukkan bahwa situasi berhasil dikendalikan dengan cepat oleh aparat keamanan.
Insiden ini juga menjadi pengingat akan pentingnya protokol keamanan ketat dalam setiap agenda kenegaraan, terutama yang melibatkan kepala negara dan perhatian publik luas. (Sandra, Sumber CNN)

