Trump Tunda Serangan, Konflik Iran Masih Memanas

redaksi - Jumat, 27 Maret 2026 10:37
Trump Tunda Serangan, Konflik Iran Masih MemanasSerangan Israil terbaru, pada Jumat (27/3) sekitar pukul 07.00 pagi WIB (sumber: Al Jazeera)

DUBAI (Floresku.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan memutuskan menunda serangan terhadap sektor energi Iran selama 10 hari ke depan, hingga 6 April 2026.

 Keputusan ini diambil di tengah klaim Washington bahwa pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung dan menunjukkan perkembangan positif.

Trump menyebut negosiasi berjalan “sangat baik”, meski di sisi lain, seorang pejabat tinggi Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa proposal damai dari Amerika Serikat dinilai “sepihak dan tidak adil”.

Konflik yang melibatkan Israel dan Iran ini terus memanas. Serangan udara dan rudal dilaporkan masih terjadi di berbagai wilayah. Data dari otoritas Iran menyebutkan sedikitnya 1.937 orang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, situasi di Lebanon juga memburuk. Pemerintah Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi seluruh warga yang tinggal di selatan Sungai Zahrani, sekitar 50 kilometer dari perbatasan Israel. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.100 orang tewas sejak awal Maret akibat serangan Israel.

Baca juga:

Upaya diplomatik terus dilakukan untuk meredakan konflik. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengonfirmasi bahwa negaranya berperan sebagai mediator dengan menyampaikan pesan antara pejabat Amerika Serikat dan Iran. Selain Pakistan, Turkiye dan Mesir juga terlibat dalam upaya mediasi internasional.

Meski ada sinyal diplomasi, situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang belum mereda. Serangan rudal, korban sipil, dan perpindahan penduduk terus terjadi di berbagai wilayah terdampak konflik.

Komunitas internasional kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan ini, mengingat potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah jika upaya perdamaian tidak segera membuahkan hasil. (Leoni-sumber: Aljazeera). ***

Editor: redaksi

RELATED NEWS