Warga Kekadeki Gotong Royong Perbaiki Deker Rusak
redaksi - Jumat, 06 Maret 2026 19:57
Warga Dusurn Kekaadeki, Desa Oda Ute, Kecamatan Nangaroro bergotong royong memperbaiki jalan dan deker yang rusak, Juma (6/3). (sumber: WA- Kisa)KEKADEKI, NANGARORO (Floresku.com) – Warga Desa Kekadeki, Kabupaten Nagekeo, menunjukkan semangat kebersamaan dengan bergotong royong memperbaiki jembatan rusak di wilayah Dande.
Perbaikan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setelah akses jalan menuju desa mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca dan bencana alam.
Pada Jumat (6/3), warga bersama-sama bekerja memperbaiki dekerdan jalan yang rusak agar kendaraan dapat kembali melintas.
Untuk maksud itu sejumlah bahan bangunan, termasuk semen, harus diturunkan dari kendaraan di kebun milik warga karena mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat jalan yang licin.
Baca juga:
Menurut warga setempat, kendaraan yang membawa material awalnya mencoba melewati jalur dari Nangaroro menuju Kekadeki. Namun karena kondisi jalan yang licin dan rusak, mobil tidak dapat mencapai lokasi perbaikan. Upaya melewati jalur alternatif melalui Fataleke juga mengalami kendala yang sama.
“Mobil tidak bisa naik karena jalan sangat licin. Semen akhirnya diturunkan di kebun milik Bapak Moses di Ute. Rencananya besok akan kami angkut menggunakan sepeda motor ke lokasi,” ujar salah seorang warga yang terlibat dalam kegiatan gotong royong.

Bantuan dari Wakil Bupati Nagekeo
Semangat warga tersebut juga mendapat perhatian dari Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada yang memberikan bantuan semen secara pribadi untuk mendukung perbaikan deker.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang secara mandiri memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Ia menjelaskan bahwa saat ini bencana banjir dan tanah longsor terjadi di banyak wilayah Kabupaten Nagekeo bahkan di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mengerahkan energi besar, baik dari sisi peralatan maupun anggaran, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan perhatian dan dukungan semaksimal mungkin dalam penanganan bencana, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan semangat gotong royong dan keswadayaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa bantuan semen yang diberikan merupakan bantuan pribadi sebagai wujud solidaritas dan semangat kebersamaan untuk meringankan beban masyarakat.

Butuh Sekitar 100 Sak Semen
Sementara itu, berdasarkan perhitungan sementara warga di lokasi, pembangunan deker atau perbaikan jembatan tersebut membutuhkan material yang cukup besar. Diperkirakan diperlukan sekitar 100 sak semen, 12 batang besi ukuran 12, 10 batang besi ukuran 10, serta sekitar tiga dam truk pasir.
“Kalau dihitung-hitung, biayanya cukup besar. Bantuan semen sekitar 20 sak tentu sangat membantu, tetapi masih jauh dari kebutuhan yang ada,” ungkap salah seorang warga.
Meski demikian, masyarakat tetap berkomitmen melanjutkan pekerjaan secara gotong royong demi membuka kembali akses transportasi bagi warga Kekadeki dan sekitarnya. (Silvia). ***

