Wisata Waiplatin di Flotim Minim Pengunjung, Sebulan Hanya kontribusi Rp 900 Ribu

redaksi - Sabtu, 05 April 2025 12:52
Wisata Waiplatin di Flotim Minim Pengunjung, Sebulan Hanya kontribusi Rp 900 RibuPapan Penunjuk ke Lokasi Wisata Pemandian Air Panas Alami Waiplatin, Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Flores Timur. Sayang, lokasi wisata ini masih sepi pengunjung. (sumber: Pau Pemulet)

LARANTUKA (Floresku.com) - Wisata pemandian air panas alami di Waiplatin, Desa Mokantarak, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, tak terurus bahkan semakin memprihatinkan.

Hal ini berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Fasilitas di sana sangat minim dan beberapa diantaranya sudah rusak parah. Tak ada tanda-tanda perbaikan oleh Pemerintah.

Padahal keberadaan objek wisata Waiplatin ini sangat strategis, mudah dijangkau siapapun, dan berpotensi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bukan hanya fasilitasnya yang minim, kawasan Waiplatin jarang digelar event-event bergengsi untuk memantik orang berkunjung kesana.

Wisata Waiplatin dikelola secara Kerjasama Operasional (KSO) antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur dengan pihak ketiga, yakni Nagi Explorer sejak tahun 2023.

Menurut salah satu petugas karcis masuk dari Nagi Explore, Valeria Hurit, pendapatan setiap bulan dipungut dari karcis masuk, parkir, dan gazebo mencapai Rp 900.000. Pendapatan ini tergantung animo wisatawan yang datang.

"Itu Rp 900.000, satu bulan. Kami yang jaga di sini ada tiga orang, dari Nagi Explorer," ungkap Valeria Hurit, Jumat, 4 April 2024 petang.

Pendapatan ini lalu disetor ke Dinas Pariwisata. Sementara Valeria bersama dua rekannya akan diupah sebesar Rp 300.000 per orang. Dengan kata lain, apabila setiap bulan pemasukan Rp 900.000, maka terbagi habis untuk upah.

Di saat bersamaan, Pemerintah Daerah terus menggelar Festival Bale Nagi. Tahun 2025 ini, anggaran untuk gelaran festival didukung Dana Alokasi Umum (DAU) dari kantong APBD Rp 425.000.000.

Festival Bale Nagi dengan dana hampir setengah miliar itu dipastikan digelar ketika daerah sedang lesu pendapatan, ditambah kebijakan pemangkasan anggaran Pemerintah Pusat ke daerah. Dalam catatan berita media ini, dna untuk Flores Timur dipangkas Rp 37 miliar.

Pemerintah daerah diharuskan berpikir keras mengoptimalkan PAD. Ada empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pariwisata Flores Timur menyumbang PAD terkecil yaitu Rp 20.443.200, jauh dari target Rp 121.000.000 per 31 Desember 2024.

Selama enam tahun berjalan, terlebih ketika Pemerintah kembali memastikan menggelar Festival Bale Nagi, publik selalu menyoroti dampak ekonomi terhadap masyarakat serta kontribusinya terhadap PAD.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Kabelen, mengatakan wisata Waiplatin masih menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Flores Timur.

Sementara tiga orang pengelola Waiplatin dulunya adalah tenaga kontrak daerah yang dirumahkan imbas kebijakan Pemerintah.

"Kita bekerjasama dengan anak-anak pengelola yang kemarin resign tenaga kontrak itu. Mereka yang kelola, ada kelompoknya," katanya. (Paul Pemulet). ***

RELATED NEWS