YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH DI DALAM HIDUP MANUSIA
Redaksi - Sabtu, 25 Juli 2026 10:18
Ilustrasi: Menemukan harta karun. (sumber: Bible Art)HOMILI, Minggu Biasa XVII A: (1Raj 3:5.7-12; Rom 8:28-30; Mt 13: 44-52)

Oleh: Pater Gregor Nule SVD
Ilustrasi
Bernard Mischke menjelaskan kerajaan Allah dengan menceritakan tentang percakapan Yesus dengan seseorang yang ingin mencari kerajaan Allah.
Yesus berkata kepada orang itu, “Jika kamu mengetahui apa sebenarnya kerajaan Allah itu, maka kamu akan membuat kerajaan Allah sebagai prioritas hidupmu”.
Orang itu berkata, “Oh Tuhan, apakah itu berarti saya harus menjadikannya hal yang paling utama dalam hidup saya”?
Yesus menjawab, “Ya. Barulah sesudah itu kamu akan sadar dan kagum apa yang terjadi dengan dirimu. Harta karun, kerajaan Allah, yang kamu temukan itu, akan memberikan kamu pengetahuan, pengertian dan penglihatan serba baru tentang pelbagai aspek hidup: politik, ekonomi, sosial, hukum, perkawinan. Pokoknya semua”.
Orang itu bertanya lagi, “Tuhan, apakah Engkau bermaksud dengan memiliki kerajaan Allah semua persoalan terselesaikan”?
Yesus menjawab, “Ya, ya… bila Aku telah mendirikan kerajaan Allah di dalam dirimu, semuanya akan menjadi lain dan indah, karena engkau telah berubah”.
Kata orang itu, “Apakah Engkau mau mengarahkan saya ke surga?”
Jawab Yesus, “Bukan. Engkau tidak perlu pergi ke surga. Aku akan membawa surga ke dalam dirimu! Aku ingin agar kamu dipenuhi dengan harta karun kerajaanKu, sehingga bila seseorang berjumpa denganmu, harta karun itu akan dibagikan kepadanya!”
Refleksi
Ilustrasi Bernard Mischke di atas mengajak kita untuk memahami dan memaknai kerajaan Allah di dalam hidup manusia.
Yesus dalam Injil hari ini mewartakan kerajaan Allah sebagai “sesuatu” yang memiliki nilai lebih dan kekuatan ilahi yang membebaskan dan menyelamatkan. Kerajaan Allah itu dibandingkan dengan harta karun yang terpendam dan intan atau mutiara yang sangat berharga.
Maka untuk mencari, menemukan dan mendapatkannya dituntut kerja keras dan pengorbanan besar. Orang mesti menjual segala miliknya.
Karena itu, ada beberapa pesan penting yang kita renungkan demi membangun iman yang benar akan kerajaan Allah dan Yesus, Mesias Terjanji.
Pertama, kerajaan Allah bukanlah tempat, kota, negara atau sesuatu yang bernilai tinggi, melainkan terutama seorang Pribadi yakni Yesus sendiri dan segala nilai hidup yang diajarkanNya. Yesus adalah Sabda Allah yang menjadi Manusia.
Ia datang ke bumi untuk memenuhi harapan bangsa Israel dan umat manusia seluruhnya akan pembebasan dan keselamatan yang bersifat paripurna, jasmani dan rohani, sekarang dan di akhirat kelak.
Kehadiran Yesus merupakan wujud kehadiran Allah yang meraja dan mau menyatakan kehendakNya di atas bumi. Menerima dan percaya kepada Yesus serta ajaranNya berarti yakin bahwa kerajaan Allah yang dijanjikan sudah hadir dan meraja di atas bumi dan di dalam hidup manusia.
Kedua, Yesus dan FirmanNya adalah harta karun atau mutiara ilahi yang memiliki nilai luhur demi kebahagiaan dan keselamatan manusia. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, sedangkan ajaran dan firmanNya merupakan kebenaran yang menghantar kepada keselamatan.
Maka syarat untuk bersatu dengan Yesus dan memiliki nillai-nilai kerajaan Allah adalah bekerja keras, rela berkorban, serta bersedia bertobat dan membaharui diri dan hidup secara terus-menerus.
Bertobat berarti berusaha mengubah dan menyesuaikan pikiran, perasan, pola hidup dan pola tingkah laku dengan perasaan, pikiran, pola hidup dan tingkah laku Yesus sendiri. Artinya, hidup dan perilaku setiap orang beriman hendaknya menampakkan hidup dan perilaku Yesus sendiri. Selain itu, kita juga mesti mentaati perintah-perintah Tuhan, khususnya kesepuluh perintah Allah, serta berjuang menghayati ajaran Yesus di dalam hidup sehari-hari.
Ketiga, Yesus mewartakan suatu pemahaman baru tentang Allah dan kerajaanNya yang terbuka dan merangkul semua orang. Melalui tindakan dan sikap demikian Yesus memperkenalkan nilai-nilai luhur kerajaan Allah seperti cinta kasih, keadilan, kebenaran, kebebasan, pengertian, damai sejahtera, belaskasihan dan pengampunan, solidaritas, pengorbanan, persaudaraan dan kekeluargaan universal. Inilah nilai-nilai kerajaan Allah yang hendaknya menjiwai dan mewarnai eksistensi dan kehidupan para pengkut Kristus.
Kitab Raja-Raja menampilkan raja Salomo sebagai salah satu contoh orang beriman yang sungguh dijiwai oleh nilai-nilai kerajaan Allah. Buktinya ketika memulai pemerintahannya ia bukannya minta dari Tuhan umur panjang, atau harta kekayaan atau kemenangan atas musuh, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum dan kebijaksanaan untuk memimpin rakyatnya sehingga ia menjadi pemimpin yang baik, benar dan bijaksana.
Santo Paulus menegaskan bahwa kerajaan Allah bukan hal makanan dan minuman, melainkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Rohkudus (Rom 14:17).
Karena itu, hari ini Yesus menasihati kita sekalian dengan berkata, “Carilah lebih dahulu kerajaan Allah maka semua yang lain akan ditambahkan kemudian” (Bdk. Mt 6:33).
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita sekalian!
Kewapante, 26 Juli 2026.***

