RENUNGAN, KAMIS, 5 NOVEMBER 2026: Mengenal Kristus adalah Harta Terbesar Kita
Redaksi - Kamis, 05 November 2026 11:03
Pater Klemens Amaunut SVD, Misionaris asal Indonesia yang berkarya di Lusaka, Zambia. (sumber: Dokpri)(Filipi 3:3–8a dan Lukas 15:1–10)
Pater Klemens Amaunut, SVD
Komunitas Pembinaan Filsafat SVD – Makeni, Lusaka
MENGENAL KRISTUS ADALAH HARTA TERBESAR KITA
Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan kita bahwa segala pencapaian dan keistimewaan yang dahulu dimilikinya menjadi tidak berarti dibandingkan dengan nilai yang jauh lebih besar, yakni mengenal Yesus Kristus. Apa yang dahulu dianggap penting kini kehilangan daya tariknya karena ia telah menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: hubungan pribadi dengan Kristus.
Dalam Injil, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang. Melalui kisah-kisah sederhana ini, Yesus memperlihatkan hati Allah yang tidak pernah berhenti mencari mereka yang tersesat. Surga bersukacita setiap kali seorang pendosa bertobat dan kembali kepada Allah.
Kedua bacaan ini mengarahkan kita pada satu kebenaran penting: Kristus adalah harta terbesar kita, dan kasih Allah tidak pernah berhenti mencari kita.
Sebagai anggota komunitas pembinaan, kita dikelilingi oleh berbagai kesempatan untuk bertumbuh dalam pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri bagi pelayanan misioner. Semua itu penting, tetapi tidak boleh pernah menjadi lebih penting daripada mengenal dan mencintai Kristus.
Pembinaan kita bukan sekadar tentang menjadi imam yang berpengetahuan luas atau misionaris yang efektif. Pembinaan sejati berarti membiarkan Kristus membentuk hati kita, mengubah sikap hidup kita, dan membimbing setiap pilihan kita sehari-hari.
Seperti domba yang hilang, terkadang kita juga tersesat karena kesombongan, berbagai kesibukan yang mengalihkan perhatian, keegoisan, atau kurangnya komitmen. Namun, kasih Allah terus mencari kita dan mengundang kita untuk kembali ke pangkuan-Nya.
PANGGILAN INJILI
Pencapaian terbesar kita bukanlah apa yang kita miliki atau hasilkan, melainkan seberapa dalam kita mengenal, mencintai, dan mengikuti Kristus.
Ketika kita tersesat, kasih Allah yang terus mencari tidak pernah menyerah terhadap kita. Marilah menjadikan Kristus sebagai pusat pembinaan dan perjalanan misioner kita.
Hari ini, Yesus mengundang kita untuk memeriksa kembali apa yang sungguh-sungguh menjadi pusat kehidupan kita.
Apakah kita lebih mengejar prestasi, pengakuan, dan ambisi pribadi daripada membangun hubungan dengan Kristus? Apakah kita membiarkan diri ditemukan, diampuni, dan diubah oleh kasih Allah?
Marilah kita mengingat bahwa keberhasilan terbesar dalam proses pembinaan bukan sekadar apa yang berhasil kita capai, melainkan seberapa dalam kita membiarkan Kristus hidup dan berkarya dalam diri kita.
DOA
Tuhan Yesus,
Engkaulah harta terbesar dalam hidup kami. Ajarilah kami untuk menghargai pengenalan akan Dikau lebih daripada segala pencapaian duniawi.
Ketika kami tersesat karena kelemahan dan berbagai hal yang mengalihkan perhatian kami, carilah kami, temukanlah kami, dan tuntunlah kami kembali ke dalam kehadiran-Mu yang penuh kasih.
Semoga proses pembinaan kami menjadi perjalanan pertobatan yang semakin mendalam, cinta kasih yang semakin besar, dan komitmen misioner yang semakin tulus.
Jadikanlah hidup kami sarana belas kasih-Mu, agar orang lain juga dapat menemukan sukacita karena kembali kepada-Mu.
Amin.

