Sudirman Said: PMKRI Harus Pimpin Indonesia dengan Integritas
Redaksi - Rabu, 22 Juli 2026 20:44
Sudirman Said bersama istri diterima Romo Dr. Manfred A. Habur, Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng, Selasa (21/4). (sumber: BB)RUTENG, Floresku.com – Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, mengajak kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menjadi generasi pemimpin yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menghadirkan perubahan bagi Indonesia.
Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Kongres Nasional PMKRI XXXIV di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Flores, Selasa (21/7).

Di hadapan ratusan delegasi PMKRI dari berbagai daerah di Indonesia, Sudirman menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak dibangun dari jabatan atau kekuasaan, melainkan dari integritas, kompetensi, dan nilai-nilai yang melekat dalam diri seseorang.
"Kita patut mensyukuri berbagai kemajuan yang telah dicapai bangsa ini. Namun, kita juga harus jujur mengakui bahwa keadaan Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan serius," ujar Sudirman.
Ia memaparkan sejumlah persoalan yang dihadapi bangsa, mulai dari menurunnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia dalam satu dekade terakhir, meningkatnya kesenjangan ekonomi, bertambahnya jumlah penduduk miskin, hingga jutaan lulusan sekolah menengah yang belum bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Menurut Sudirman, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan pembaruan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara institusi, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh.
"Negara boleh mengendalikan banyak hal, tetapi pasar tidak bisa diatur. Pasar menjadi pengontrol yang sangat kuat terhadap kualitas tata kelola suatu negara," katanya.
Tiga Model Kepemimpinan
Dalam pemaparannya, Sudirman menawarkan tiga model kepemimpinan yang harus dikembangkan secara bersamaan, yakni kepemimpinan institusional, kepemimpinan kolektif, dan kepemimpinan intrinsik.
Ia menaruh perhatian besar pada kepemimpinan intrinsik, yaitu kepemimpinan yang lahir dari karakter pribadi, bukan dari kekuasaan formal.
"Kepemimpinan intrinsik adalah kepemimpinan yang tidak bergantung pada jabatan, tetapi bertumpu pada nilai, integritas, kompetensi, dan kemampuan menggerakkan orang lain. Orang mengikuti karena rasa hormat, bukan karena rasa takut," tegasnya.
Baca juga:
- Ade Prima, Anggota Alsemat Dilantik Jadi Perwira Akpol di Istana Negara
- Maria Magdalena Menangis
- Riset Ungkap Dampak Nyata Pindar terhadap Pertumbuhan UMKM
Sudirman juga mengajak generasi muda untuk meneladani sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, setiap perubahan besar dalam sejarah Indonesia selalu digerakkan oleh kaum muda dan kaum terpelajar yang memiliki keberanian melawan status quo.
PMKRI Dinilai sebagai Sekolah Demokrasi
Dalam kesempatan yang sama, Rektor IFTK Ledalero, Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD, menyebut PMKRI memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter pemimpin bangsa.
"PMKRI bukan saja organisasi kemahasiswaan, tetapi merupakan sekolah demokrasi yang harus menjadi jalan bagi kembalinya moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Sementara itu, Romo Dr. Agustinus Setyo Wibowo, SJ, mengingatkan pentingnya melakukan pembenahan bangsa sebelum menghadapi krisis yang lebih besar.
"Kita tidak ingin Indonesia harus mengalami penderitaan baru kemudian sadar untuk berbenah. Ongkos sosialnya akan terlalu mahal," katanya.
Berlandaskan Nilai Moral
Rektor Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng, Romo Dr. Manfred A. Habur, mengajak kader PMKRI menjadikan nilai-nilai moral dan Ajaran Sosial Gereja sebagai inspirasi dalam menjalankan kepemimpinan di tengah masyarakat.
Ia berpesan agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitas intelektual, memperluas jejaring, menjaga integritas, dan mengutamakan kepentingan bersama.
"Jaga integritas, bangun kompetensi, perluas jejaring, tetapi benamkan ego dan kepentingan pribadi. Bangunlah jembatan, bukan tembok," pesannya.
Kongres Nasional PMKRI XXXIV di Ruteng dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain anggota DPR RI Benny K. Harman, Ketua Presidium Nasional PMKRI Susana Florika Kandaimu, jajaran pimpinan Unika Indonesia Santu Paulus Ruteng, para akademisi, serta ratusan delegasi PMKRI dari seluruh Indonesia.
Melalui forum tersebut, para pembicara berharap PMKRI terus menjadi wadah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang memiliki integritas, keberanian moral, dan komitmen membangun Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban. (*).

